Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transisi Pemerintahan, AHY Akan Kawal PTSL hingga Kasus Mafia Tanah

Kompas.com, 13 September 2024, 14:40 WIB
Add on Google
Muhdany Yusuf Laksono,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajaran kementerian dan lembaga Kabinet Indonesia Maju (KIM) untuk menuntaskan target capaian sampai dengan akhir masa kepemimpinannya.

Di samping itu, memastikan proses transisi pemerintahan berjalan mulus, dan bisa menjadi landasan bagi pemerintahan baru yang dipimpin Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Termasuk Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), terdapat beberapa program prioritas yang perlu dituntaskan dan dikawal.


Menteri ATR/Kepala BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, salah satu program prioritas tersebut ialah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Sampai dengan akhir tahun 2024, ditargetkan sebanyak 120 juta bidang terdaftar. Sementara per hari ini sudah lebih dari 117 juta bidang tanah terdaftar.

"Artinya ada beberapa bulan ke depan yang perlu kita tuntaskan dan juga kita kawal," ujar AHY kepada Kompas.com usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jumat (13/9/2024).

Baca juga: Kata AHY, Prabowo Sampaikan Semangat Keberlanjutan dalam Sidang Kabinet Terakhir

Reforma agraria juga menjadi program prioritas Kementerian ATR/BPN. Baik itu penataan aset maupun penataan akses.

"Dan, peningkatan ekonomi masyarakat dari berbagai program terkait dengan reforma agraria tadi ini juga akan kita kawal," imbuhnya.

Terakhir, AHY juga akan terus berupaya membasmi kejahatan pertahanan yang dilakukan oleh oknum-oknum, termasuk mafia tanah.

Pemberantasan mafia tanah akan terus dikawal agar bisa menyelamatkan potensi kerugian negara, serta memberikan kepastian hukum bagi para investor yang akan hadir di Indonesia.

"Dan, tentunya keadilan bagi masyarakat ini juga menjadi utama, karena banyak sekali masyarakat yang tidak berdaya, masyarakat rentan, lemah, yang kemudian hak-haknya diserobot begitu saja dan tentunya perlu kita bela dan kita perjuangkan," tutup AHY.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau