Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN di Mata Turis Jerman, "The Presidential Palace is Huge, Amazing"

Kompas.com, 16 September 2024, 17:44 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sepasang turis asal Jerman, Vera dan Valentine, berkesempatan mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (16/9/2024).

Ini merupakan hari perdana, masyarakat dapat berkunjung ke IKN yang dikoordinasikan oleh Otorita IKN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Vera dan Valentine tertarik mengunjungi IKN karena gaungnya demikian masif diberitakan di media-media Jerman.

Baca juga: Hari Perdana IKN Dibuka untuk Umum, Ada Turis dari Jerman

Terlebih saat ajang Hannover Messe 2024 pada Bulan April, saat eks Kepala OIKN Bambang Susantono secara gesit mempromosikan IKN di hadapan para calon investor, serta pemerintahan Jerman.

Menurut Valentine yang diwawancarai secara eksklusif oleh Kompas.com, IKN dirancang dengan sangat baik.

Pepohonan tumbuh di mana-mana sehingga menjadikan IKN demikian hijau. Jalur pejalan kaki dirancang khusus dan lebar sehingga nyaman buat pengunjung untuk berjalan kaki dari satu titik ke titik lainnya.

Ekosistem perkantoran di Sumbu Kebangsaan, Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ekosistem perkantoran di Sumbu Kebangsaan, Ibu Kota Nusantara (IKN)
Selain itu, gedung-gedung dibangun dengan perancangan dan arsitektur yang baik, terutama Istana Garuda tempat Presiden Republik Indonesia bekerja.

"And its very green. I really like people can walk everywhere, that is not really common here in Indonesia. Also the buildings here look very nice, and the presidential palace is huge and amazing," tutur Valentine.

Kendati IKN sangat jauh dari Jakarta, dan Balikpapan, dengan rute perjalanan berkontur naik turun, tetapi ketika ibu kota baru negara ini terbangun, Valentine berjanji akan datang kembali dalam beberapa tahun mendatang.

"Of course it is far away from Jakarta and Balikpapan, the road is up and down, but maybe when the city is developed, i think i will be back in the near future. Maybe five or ten years to go," cetus Valentine.

Hal senada dikatakan Vera yang baru kali pertama berkunjung ke Kalimantan secara umum, dan IKN secara khusus.

Baca juga: Proyek Jalan Tol IKN Seksi 6B Rampung Juni 2025

Setelah hampir dua bulan berkeliling Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur adalah destinasi yang paling dia sukai.

Vera mengatakan, dia betah dan kerasan tinggal di Kalimantan Timur karena masih terdapat banyak pepohonan, udara lebih segar, dan tidak terlalu banyak orang.

"Here is fresh, and we can see green everywhere. No crowded, less peopleand of course, the people are friendly," imbuh Vera.

Vera dan Valentine merupakan mahasiswa yang belajar studi tata kota di salah satu universitas di Stutgart.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau