Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan mengalokasikan sebesar 3 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendanai Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Penggunaan dana yang bersumber dari PAD tersebut merupakan salah satu dari beberapa opsi yang akan digali dan dibahas Pemkot Balikpapan.
Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Balikpapan Ahmad MUzakkir mengatakan, opsi pendanaan saat ini tengah disusun.
Baca juga: Balikpapan Jelang Pilkada 2024, 536.475 Surat Suara Mulai Disortir
"Program makan bergizi gratis ini masih dalam tahap pembahasan yang mencakup sumber alokasi dana untuk mendukung program tersebut," kata Ahmad, Jumat (1/11/2024).
Selain PAD, sumber dana lain yang dipertimbangkan adalah anggaran dari sektor pendidikan yang dialokasikan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan yang menjadi bagian dari Dana Belanja Tahun 2025.
"Nantinya, Pemkot pasti akan melakukan penyesuaian, perhitungan, dan belanja seperti apa," ungkapnya.
Mengingat program makan bergizi gratis merupakan program pemerintah pusat, tentu pemerintah daerah (pemda) harus mendukung dan berkewajiban mengalokasikan pendanaannya.
Ahmad menambahkan, beberapa opsi tersebut masih bersifat usulan dan saran sebagai mitigasi pendanaan.
Hal ini dilakukan seraya menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait mekanisme dan implementasinya.
Menurut Ahmad, Pemkot Balikpapan juga sudah memetakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga bila kebijakan diterbitkan pemerintah pusat, Kota Balikpapan telah memiliki opsi terkait alokasi anggaran.
"Ibarat masih informasi awal, kami harus bekerja sesuai dengan aturan. Kalau belum, enggak, apalagi jika produk hukumnya belum ada," ucap Ahmad.
terkait hal ini, Ahmad mengaku telah disampaikan oleh Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.
"Namun sejauh ini masih belum ada keputusan secara resmi," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menegaskan, untuk menyelaraskan program itu, Kota Balikpapan membutuhkan APBN mengingat kondisi APBD yang terbatas.
"Untuk mekanisme program ini masih wait and see (menunggu dan melihat)," lanjut Alwi.
Kendati demikian, sebagai legislator, pihaknya siap mendukung program ini.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.