Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Kurang dari dua pekan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 digelar serentak pada 27 November 2024.
Namun, berbagai persiapan terus dilakukan. Termasuk distribusi logistik seperti kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, dan alat untuk mencoblos pilihan.
Di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dari total 10 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada, baru Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang sudah siap dan sempurna dukungan logistik pilkadanya.
Sementara, 9 kabupaten/kota lainnya masih terkendala dengan kondisi logistik pilkada yang belum sampai di lokasi.
Baca juga: Ada 43 Perkara Pelanggaran Pilkada Kaltim, Didominasi Netralitas ASN
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menuturkan, kendala logistik ini terjadi karena penyediaannya ataupun dalam proses pengerjaannya.
"Inilah yang mau kami kawal karena itu syarat utama perangkat untuk Pilkada 2024," ujar Sri Wahyuni menjawab Kompas.com, Rabu (13/11/2024).
Oleh karena itu, Pemprov Kaltim akan secara intensif menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk pemantauan persiapan pelaksanaan pilkada serentak.
Rakor secara intensif untuk desk pilkada ini akan dilakukan setiap Senin. Setiap desk pilkada harus memberikan laporan harian terkait dengan aspek persiapan baik logistik maupun persoalan lainnya.
Menurut Sri Wahyuni, kekurangan logistik dan distribusinya akan menjadi fokus perhatian dan membutuhkan keseriusan penanganan dari para stakeholders.
Baca juga: KPU Balikpapan Gelar Simulasi Pilkada 2024
Dalam rakor ini juga dibahas partisipasi pemilih, dukungan Polda Kaltim terkait dengan data-data kekurangan logistik, proses sengketa pilkada di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), hingga pengerahan petugas keamanan pada saat pilkada.
"Ini semua menggambarkan bahwa stakeholder kita menyiapkan diri untuk kesuksesan pilkada di Kaltim termasuk KPU dan Bawaslu," cetus Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni menegaskan, Pemprov Kaltim dan Forkopimda akan kembali melakukan kunjungan ke 10 kabupaten/kota untuk memantau kesiapan logistik Pilkada.
Hal ini seiring efisiensi waktu, termasuk penggunaan helikopter supaya bisa menjangkau 10 kabupaten/kota itu.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.