Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Jelang libur Natal 2024 dan Natal 2025 (Nataru) permintaan kamar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, meningkat.
Sebagai penyangga IKN, kamar-kamar hotel di Balikpapan sudah dipesan sejak awal Desember 2024.
Salah satunya Swiss-Belhotel Balikpapan yang mencatat peningkatan tren occupancy rate atau tingkat hunian hingga 90 persen.
Menurut Director of Sales and Marketing Swiss-Belhotel Balikpapan Fatchurizal angka ini sudah menyamai kinerja okupansi sebelum Covid-19.
Baca juga: Pemindahan ASN Dimulai Januari 2025, Archipelago Bidik Peluang Hotel
"Kami harapkan hingga akhir 2024 dan pergantian tahun, menyentuh 100 persen," ucap Fatchurizal menjawab Kompas.com, Kamis (19/12/20240.
Untuk merealisasikan target itu, pihaknya menggelar acara “Borneo Techno Forest” pada tanggal 31 Desember 2024, mulai pukul 19.00 WIB di Mahakam Ballroom, Swiss-Belhotel Balikpapan.
Acara "Borneo Techno Forest” dirancang untuk menciptakan suasana magis dengan dekorasi yang dipadukan dengan hiburan menarik seperti live band, DJ, dance performance, techno percussion, dan games.
General Manager Swiss-Belhotel Balikpapan Eksi Ayuningtyas mengharapkan, "Borneo Techno Forest’ dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu.
Baca juga: Meski Baru Dua Tahun, IKN Bertabur Hotel Berbintang
"Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan promo yang tersedia, sehingga dapat menikmati momen spesial pergantian tahun dengan lebih maksimal ," imbuh Eksi.
Oleh karena itu, Mahakam Ballroom akan didekorasi sesuai dengan tema “Borneo Techno Forest” yang memadukan unsur hutan rimba dengan lampu neon indoor untuk menghadirkan suasana meriah menyambut Tahun Baru.
Melengkapi selebrasi ini, Swiss-Belhotel Balikpapan pun menawarkan paket kamar khusus Tahun Baru dengan harga mulai dari Rp 2,4 juta per malam.
Sementara tarif kamar pada momen reguler senilai Rp 1,8 juta per malam. Tarif ini akan mengalami kenaikan pada 1 Januari 2025 mendatang dengan besaran 7-8 persen.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.