NUSANTARA, KOMPAS.com - Pada tahap awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai dari tahun 2022 sampai 2024, negara telah menggelontorkan dana sebesar Rp 89 triliun.
Hal tersebut disampaikan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas terkait Ibu Kota Negara, Selasa (21/1/2025).
“Pada tahap awal pembangunan IKN, dari 2022 sampai 2024, APBN telah menginvestasikan Rp 89 triliun,” ungkap Basuki.
Baca juga: Kantor OIKN Tuntas Februari 2025, Telan APBN Rp 509 Miliar
Dana tersebut telah digunakan untuk pembangunan berbagai proyek infrastruktur seperti jalan tol, 47 tower hunian, air minum, sanitasi, embung, kolam retensi, perkantoran, kantor sekretariat Presiden dan sarana peribadatan seperti masjid, basilika dan gereja.
“Semuanya dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (sebelumnya Kementerian PUPR-red),” papar Basuki.
Selain anggaran dari pemerintah, Basuki menjelaskan, pembangunan berbagai infrastruktur di IKN juga dilakukan oleh pihak swasta.
“Ada investasi swasta yang sudah di groundbreaking sampai September yang lalu sebesar Rp 58,41 triliun,” jelasnya.
Baca juga: Bagi Kaltim, IKN adalah Berkah
Menurut Basuki, progres proyek dari swasta tersebut ada beberapa yang sudah selesai, ada yang sudah dalam tahap pengerjaan serta masih ada yang dalam tahap persiapan desain.
Beberapa proyek milik swasta yang dibangun di IKN antara lain Teras Hutan Ibu Kota Nusantara, Australian Independent School (AIS) Nusantara, hingga d’primahotel Nusantara.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.