NUSANTARA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa dilakukan warga di Kantor Badan Bank Tanah (BBT) terkait puluhan subjek terdampak pembangunan Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (3/2/2025).
Menanggapi hal ini, Kepala BBT Parman Nataatmadja mengutarakan, pihaknya sangat terbuka dengan aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Namun, dia menjelaskan bahwa dalam implementasi Reforma Agraria (RA), BBT hanya ditugaskan untuk menyiapkan tanahnya.
“Lahan tersebut sudah 100 persen siap. Bahkan, kami sudah mengeluarkan biaya untuk membuat badan jalan bagi subjek yang akan mendapatkan reforma,” ungkap Parman dalam keterangan resminya, Senin (3/2/2025).
Sehingga, mereka bisa langsung memaksimalkan tanah tersebut untuk menciptakan sumber-sumber kemakmuran dan kesejahteraan.
Baca juga: Masuk Pengaspalan Terakhir, Landasan Pacu Bandara IKN Kelar Maret 2025
BBT bersama dengan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Forkopimda terus berkoordinasi dalam rangka percepatan pelaksanaan Reforma Agraria di atas Hak Pengelolaan (HPL) BBT sesuai dengan ketentuan berlaku.
“Kami terus mengupayakan yang terbaik agar bisa segera diserahkan kepada masyarakat yang menjadi subjek RA. Kami semua tentu tidak mau ini menjadi janji belaka,” tuturnya.
Sementara itu, Team Leader Project PPU Syafram Zamzami menyampaikan, aksi unjuk rasa berjalan dengan sangat kondusif.
Pihaknya menerima dengan tangan terbuka kepada perwakilan yang hadir.
“Kami sampaikan terima kasih telah menciptakan kondusifitas dalam penyampaian aspirasi. Kami menerima kehadiran mereka dan jelaskan berkaitan dengan tuntutan sebagaimana tugas dan fungsi BBTN dalam RA,” ungkap Syafran.
Menurut Syafran, BBT telah menyosialisasikan hal ini kepada calon subjek RA, khususnya yang terdampak pembangunan Bandara IKN.
Dalam sosialisasi tersebut, telah disepakati bersama bahwa semua pihak mendukung proses pelaksanaan RA di atas HPL BBT.
“Kami berkomitmen untuk terus mengupayakan yang terbaik. Koordinasi juga terus dilakukan dengan stakeholder terkait dalam hal ini GTRA, Forkopimda, dan Kementerian ATR/BPN,” pungkas Syafram.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.