Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 20 Mei 2025, 07:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - BUMN konstruksi raksasa, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), kembali menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur.

Proyek Rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN yang dikerjakan PTPP kini mencapai progres yang 98,14 persen.

Angka ini bahkan melampaui target awal, membuktikan komitmen PTPP dalam mewujudkan hunian modern dan layak huni bagi para abdi negara di ibu kota baru.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menuturkan, perseroan berhasil mempercepat pembangunan hingga 1,08 persen dari target sebelumnya.

Baca juga: Pilihan Rumah Murah di Kota Samarinda, Kota Mitra IKN

"Kami bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan IKN dengan menghadirkan proyek hunian yang berkualitas dan berkelanjutan bagi para ASN," ujarnya, Senin (19/5/2025).

Proyek senilai Rp 1,87 triliun yang dimulai sejak 25 Agustus 2023 ini bukan sekadar membangun gedung.

PTPP menerapkan berbagai inovasi konstruksi super cepat dan ramah lingkungan untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan proyek, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang perumahan di kawasan IKN.

Intip Teknologi Canggih PTPP

Ini sejumlah teknologi konstruksi canggih yang diterapkan perseroan agar proses pembangunan berlangsung cepat:

Keet-Portable: Solusi cerdas untuk mengurangi limbah konstruksi yang bisa digunakan kembali di proyek lain. Hemat dan efisien.

Baca juga: Harga Tanah IKN Super Miring, Kesempatan Investasi Sebelum Meroket

BIM dan Revit: Pemanfaatan teknologi Building Information Modeling (BIM) dalam penyusunan bar bending scheduling dengan Revit untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pekerjaan besi beton.

Footing Kolom Berbasis Lempung/'Playdough': Inovasi unik untuk menjaga konsistensi kadar air dalam beton selama proses pengeringan. Hasilnya? Beton yang lebih kuat dan berkualitas.

Bekisting Aluminium Formwork System: Sistem bekisting yang mempercepat proses pekerjaan dan secara signifikan mengurangi limbah. Pembangunan jadi lebih gesit.

Facade Precast: Penggunaan fasad pracetak yang mempercepat pemasangan sekaligus meningkatkan kualitas dan estetika bangunan. Tampilan rusun jadi makin keren.

Tak hanya inovasi konstruksi, PTPP juga menerapkan konsep Bangunan Gedung Cerdas dan Bangunan Gedung Hijau dalam proyek ini.

Artinya, rusun ini dirancang untuk menghemat energi secara signifikan dan ramah terhadap lingkungan.

Dengan segudang inovasi dan penghargaan yang diraih, PTPP membuktikan diri sebagai pionir dalam pembangunan hunian modern yang efisien dan berkelanjutan di IKN.

Rampungnya proyek Rusun ASN ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan IKN sebagai ibu kota negara yang cerdas, hijau, dan layak huni bagi seluruh abdi negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau