Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Revisi Desain hingga Batal Jadi Venue Salat Idul Fitri, Ini Progres Masjid Negara IKN

Kompas.com, 1 Juni 2025, 09:16 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu proyek ikonik dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Dirancang sebagai simbol kerukunan dan kemajemukan bangsa, masjid ini mengusung desain futuristik dengan konsep green building.

Meski mengalami tantangan seperti revisi desain dan kendala teknis, progres pembangunannya terus dikebut.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menuturkan, Masjid Negara masuk dalam Pembangunan tempat peribadatan Tahap I.

Saat ini, progresnya telah mencapai 60 persen.

"Kami targetkan, Tahap I selesai pada tahun ini. Selanjutnya akan dibangun juga Basilika dan Gereja Katolik," ujar Basuki.

Baca juga: Tol IKN Seksi 1B Telan Rp 11,2 Triliun dan Serap 307 Tenaga Kerja

Pembangunan Masjid Negara IKN dimulai dengan groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Januari 2024, telah menunjukkan kemajuan signifikan.

Hingga Mei 2025, progres konstruksi mencapai 60 persen, meskipun sempat tertunda akibat revisi desain dan masalah teknis seperti kondisi tanah dan cuaca.

Awalnya, masjid ini ditargetkan selesai pada Desember 2024, namun revisi desain untuk meningkatkan kapasitas dari 20.000 menjadi 50.000-61.000 jemaah serta kendala hujan deras menyebabkan perpanjangan jadwal hingga 2025.

Sebagaimana ditegaskan Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti bahwa masjid ini diharapkan fungsional untuk Shalat Idul Fitri 2025, dengan proses topping off (penutupan atap) ditargetkan selesai pada Desember 2024.

Namun, pada Maret 2025, pelaksanaan Shalat Idul Fitri di masjid ini dibatalkan karena risiko tinggi pada pekerjaan struktur atap dan menara, serta aksesibilitas yang belum memadai.

Saat ini, fokus pembangunan adalah menyelesaikan struktur utama dan infrastruktur pendukung seperti lahan parkir dan akses jalan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah.

Kontrak pembangunan telah diperpanjang hingga Juni 2025 untuk memastikan kualitas dan fungsi masjid sesuai standar.

Desain Unik dan Konsep Green Building

Masjid Negara IKN, yang dirancang oleh Nyoman Nuarta bersama Head of Studio 3 Alien Design Consultant Prasetyo Condro Gumilar, memiliki kubah berbentuk sorban yang menjadi ciri khasnya.

Desain ini tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional, dengan pintu-pintu yang mengakomodasi arah angin untuk menjaga sirkulasi udara segar dan mengeluarkan udara panas melalui puncak kubah.

Baca juga: Istana Wapres Dilapisi Kaca Anti Peluru, Pemasangan Baru 22 Persen

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau