Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buka Peluang Gelar HUT RI Skup Lokal di IKN, Otorita Minta Restu Setneg

Kompas.com, 18 Juli 2025, 13:09 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan tidak akan menjadi tuan rumah utama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada tahun 2025.

Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (17/7/2025). Presiden Prabowo Subianto akan memimpin upacara utama di Jakarta.

Alasan utama di balik keputusan ini adalah fokus pemerintah yang masih tercurah pada penyelesaian pembangunan infrastruktur IKN Tahap II, serta adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Baca juga: Prabowo Pilih Jakarta Tuan Rumah HUT RI, Otorita IKN: Selaras Efisiensi

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa keputusan Pemerintah Pusat ini selaras dengan tahapan pembangunan yang sedang berjalan di IKN.

"Memang seiring apa yang disampaikan oleh pemerintah pusat bahwa pada saat ini Ibu Kota Nusantara sedang menyelesaikan tahap kedua pembangunan," ujar Troy kepada Kompas.com.

Proyek yang masuk dalam Tahap II pembangunan meliputi akses jalan, persiapan konstruksi gedung legislatif, gedung yudikatif, beserta dengan ekosistem pendukungnya.

Dengan fokus yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan Tahap II, Otorita IKN perlu memastikan semua proses berjalan lancar dan terselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.

Baca juga: Baru 4 Hari Jadi Deputi, Agung Indrajit Tancap Gas Lobi Korea dan PBB untuk IKN

Selain itu, keputusan ini juga sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat. "Hal ini memang seiring juga dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran," tambah Troy.

Oleh karena itu, peringatan HUT RI tahun ini akan diselenggarakan di Jakarta agar dapat terkoordinasi dengan mudah, efektif, dan efisien.

Keputusan ini menandai perbedaan signifikan dengan perayaan HUT ke-79 RI tahun lalu, di mana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara langsung dari IKN.

Restu Setneg

Meskipun IKN tidak menjadi lokasi utama, Otorita IKN tetap membuka kemungkinan untuk penyelenggaraan upacara HUT RI dalam skup lokal.

Troy Pantouw menjelaskan bahwa Otorita IKN akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah pusat melalui Sekretariat Negara (Setneg) terkait hal ini.

Baca juga: Otorita IKN Kelola Lahan 2,2 Juta Meter Persegi dan Bangunan Rp 1,4 Triliun

Pertimbangan untuk menggelar upacara lokal ini didasarkan pada keberadaan personel di IKN saat ini. Sudah ada sekitar 1.200 pegawai ASN dari Otorita IKN maupun Kementerian Kesehatan yang telah berkantor dan bekerja di IKN.

Selain itu, terdapat sekitar 3.000 pekerja konstruksi yang aktif di berbagai proyek pembangunan. Kehadiran ribuan individu ini menjadi dasar kuat untuk mempertimbangkan perayaan lokal sebagai bentuk peringatan kemerdekaan.

Keputusan final mengenai penyelenggaraan upacara HUT RI skup lokal di IKN akan bergantung pada hasil konsultasi Otorita IKN dengan Setneg mengingat pentingnya koordinasi dan efisiensi dalam setiap perayaan kenegaraan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau