Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Basuki Buka Suara Soal Anggaran IKN yang Tak Disinggung Prabowo

Kompas.com, 17 Agustus 2025, 05:38 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Saat pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto tak menyinggung soal anggaran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, lantas menanggapi hal tersebut. Menurutnya, tidak mungkin seluruh detail anggaran IKN disebutkan dalam pidato yang terbatas.

"Pidato Bapak Presiden berapa menit? Enggak mungkin semuanya disebutkan," ujar Basuki menjawab Kompas.com, Sabtu (16/8/2025).

Baca juga: Meski Tak Semegah Tahun Lalu, HUT Ke-80 RI di IKN Bakal Dihadiri 3.000 Orang

Ia menjelaskan bahwa IKN tetap menjadi prioritas utama dalam pemerintahan saat ini.

Bahkan, meskipun tidak disebut secara gamblang dalam pidato, komitmen terhadap pembangunan IKN dipertegas oleh Menteri Sekretaris Negara, yang menyatakan bahwa proyek ini harus selesai dalam tiga tahun.

Pembangunan IKN Masih Berjalan Sesuai Target

Basuki menekankan bahwa pembangunan IKN, termasuk Istana Wapres, terus berjalan sesuai target. Ia membeberkan beberapa progres penting.

Pembangunan Istana Wapres menurit Basuki akan selesai November 2025 nanti.

Baca juga: Resmi, 38 Putra-Putri Paskibraka Pertama IKN Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih

Sementara pembangunan jalan-jalan di IKN, seperti Jalan 1A, 1B, dan 1C, dikerjakan 24 jam penuh untuk mengejar target.

Adapun proyek yang sudah dikerjakan, beberapa di antaranya tuntas akhir tahun ini, dengan progres mencapai 60 persen.

Sementara untuk 28 proyek baru yang masuk Tahap II pembangunan IKN senilai total Rp 18, 37 triliun tengah dilelang.

"Sekarang sudah kita tenderkan, mungkin akhir September nanti sudah tanda tangan kontrak, Oktober sudah mulai pekerjaan," jelas Basuki.

Anggaran IKN Mendapat Tambahan Dana

Basuki juga menjelaskan bahwa anggaran IKN dalam APBN 2026 senilai Rp 6,3 triliun masih bersifat indikatif dan ada kemungkinan mendapat tambahan.

Ini dibuktikan dengan pengajuan tambahan anggaran sebesar Rp 3,6 triliun untuk uang muka (15 persen) dari total nilai kontrak 40 proyek yang sedang berjalan.

Baca juga: Meski Tak Singgung Anggaran IKN, Prabowo Tegaskan Harus Tuntas 3 Tahun

"Meskipun yang diumumkan Rp 6,3 triliun, itu kan indikatif. Belum dibahas dengan DPR," kata Basuki.

Ia meyakini anggaran tambahan ini akan terbayar pada 2026.

Selain APBN, pembangunan IKN juga melibatkan investasi swasta. Beberapa proyek yang melibatkan sektor swasta antara lain:

  • Skema KPBU: Proyek jalan senilai Rp 60 triliun dan proyek Union senilai Rp 70 triliun telah disetujui Menteri Keuangan.
  • Perumahan: Pembangunan 8 tower dan 109 rumah tapak sudah dimulai.
  • Sektor Pariwisata: Pembangunan hotel, restoran, dan Taman Safari segera dimulai.

Baca juga: Intiland Siap Bangun 109 Rumah di IKN, Investasi Hunian Swasta Pertama

Basuki juga menyebutkan bahwa pembangunan di IKN dikerjakan oleh tiga pihak: Kementerian PU, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan Otorita IKN.

Hal ini menunjukkan kolaborasi erat dalam mewujudkan pembangunan IKN.

Dengan progres dan komitmen yang kuat, Basuki meyakinkan bahwa pembangunan IKN akan terus berjalan sesuai rencana, meskipun anggaran tidak disebutkan secara rinci dalam pidato presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau