ART yang merupakan produksi BUMN China CRRC Zhuzhou Institute Co Ltd dan Norinco ini dikirim dari Shanghai, melintasi rute Laut China Selatan, hingga kemudian berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menuturkan, ART akan tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada pekan keempat Juli 2024, atau maksimal rentang tanggal 24-27 Juli 2024.
Menurutnya, proses custom clearance atau izin resmi dan dokumen lengkap pengiriman akan dilakukan di Pelabuhan Semayang Balikpapan, sejak kedatangan.
"Setelah clearance, sarana akan dimobilisasi menuju IKN pada 30 Juli 2024, dan tiba di lokasi pada hari yang sama," ungkap Ale, sapaan akrabnya, kepada Kompas.com, Jumat (19/7/2024).
Moda transportasi ramah lingkungan yang berjalan tanpa rel ini akan menjalani uji coba atau Proof of Concept (PoC) pada 10 Agustus 2024, saat pekerjaan konstruksi infrastruktur dasar IKN disetop sementara.
"Jalur yang akan digunakan untuk PoC adalah Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat. Markanya sudah terpasang," imbuh Ale.
Ale mengaku, jalur yang akan digunakan ini sempat mengalami perubahan karena ada ketidaksesuaian antara desain dan spesifikasi dengan yang terpasang di lapangan.
Namun demikian, ketika dia meninjau langsung Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat pada Kamis (18/7/2024), ukuran lebar jarak marka-nya sudah sesuai.
"Ya kemarin sempat perlu perubahan ukuran lebar jarak marka-nya untuk menyesuaikan dengan specification ART-nya," cetus Ale.
ART merupakan kereta berpemandu lidar (deteksi dan jangkauan cahaya) untuk angkutan penumpang perkotaan.
Namun demikian, Ale menegaskan, CRRC Zhuzhou & Norinco belum ditetapkan sebagai penyedia transportasi cerdas berkelanjutan di IKN.
Pihaknya membuka kesempatan bagi pabrikan lain untuk melakukan PoC produk sekaligus menunjukkan keandalannya di IKN sebagai living lab bagi kemajuan teknologi terbaru di bidang transformasi hijau dan digital.
"Selain itu, masih ada proses berikutnya yakni pelelangan. Nah, jika kelak terpilih pemenangnya, maka ART akan mengaspal di jalur sepanjang 4,9 kilometer di Jalan Kebangsaan Sisi Barat dan Timur yang akan dilengkapi 6 buah halte," papar Ale.
Kendati demikian, ART buatan CRRC Zhuzhou & Norinco ini telah lama mengaspal di negaranya sejak 2017 dengan kapasitas dapat menampung 300 penumpang.
"Ini menandai fase intensif dalam penerapan dan evaluasi teknologi ini," cetus Ale.
Dia menegaskan, keberhasilan mendatangkan kereta otonom ini merupakan kolaborasi lintas kementerian/lembaga (K/L) yang selama ini terus dilakukan untuk memastikan PoC dapat berjalan dengan lancar dan baik.
OIKN bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Keuangan, Ditjen Bea Cukai, Kemenenterian Kominfo, dan Polri selama ini telah melakukan rapat rutin untuk memastikan dan mengevaluasi kelayakan teknis dan operasional serta dukungan fasilitas infrastruktur trem otonom yang diperlukan.
IKN sebagai global city for all merupakan testbed inovasi, di mana pengembangan dan pemanfaatan teknologi terbaru akan di lakukan bersama-sama dengan berbagai pihak.
"Selama ini pembiayaan terkait berbagai kegiatan PoC yang dilakukan di IKN maupun daerah mitra merupakan kontribusi yang diberikan oleh para technology providers," pungkas Ale.
https://ikn.kompas.com/read/2024/07/19/140000187/ini-trek-uji-coba-kereta-otonom-tanpa-rel-buatan-china-di-ikn