Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bamboe Wanadesa, Kisah Sukses Warga di Beranda Ibu Kota Nusantara

Bamboe Wanadesa, begitulah warga setempat menamai destinasi wisata yang mereka bangun dari lahan hutan bambu terbengkalai di beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lahir dari semangat gotong royong dan kreativitas, Bamboe Wanadesa menjadi bukti nyata bahwa masyarakat mampu menciptakan keajaiban di tengah keterbatasan.

Bambu-bambu yang menjulang tinggi seolah menjadi penjaga rahasia alam yang tersembunyi. 

Suara gemericik air waduk berpadu dengan kicauan burung menciptakan harmoni yang menenangkan jiwa.

Di bawah naungan pohon bambu, warga bergotong royong membangun mimpi mereka.

Bamboe Wanadesa adalah sebuah kisah, dan rekam jejak inspiratif yang bermula saat Pandemi Covid-19 melanda dunia.

Warga setempat berhasil mengubah lahan hutan bambu terbengkalai menjadi destinasi wisata menarik dan berkelanjutan.

Mereka memanfaatkan waktu luang selama pandemi Covid-19, hutan bambu seluas 7 hektar yang berbatasan dengan Waduk Manggar ini disulap menjadi sebuah oase di tengah hiruk pikuk kota.

Dengan semangat, warga bergotong royong membangun berbagai fasilitas seperti jalan setapak, gazebo, dan spot foto yang Instagramable.

Bamboe Wanadesa menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi wisata lainnya. Keasrian hutan bambu, keindahan Waduk Manggar, dan udara segar menjadi daya tarik utamanya.

Selain menikmati pemandangan alam, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti menyusuri waduk dengan perahu, bersantai di gazebo, atau sekadar berjalan-jalan menyusuri hutan bambu.

"Suasananya asri dan berbeda dari tempat wisata lainnya, dan saya baru pertama kali kesini karena tempatnya lumayan jauh dari rumah," ujar Kharisma Habibah Putri, salah satu pengunjung

Keberhasilan Bamboe Wanadesa tidak lepas dari beberapa faktor kunci, antara lain inisiatif warga Kampung Pati untuk mengembangkan potensi alam di sekitar mereka.

Kemudian kerja sama dan gotong royong membangun dan mengelola Bamboe Wanadesa.

Pemanfaatan Sumber Daya Lokal seperti hutan bambu dan waduk, untuk menciptakan destinasi wisata yang unik.

Pengelolaan Bamboe Wanadesa dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat setempat.

Bamboe Wanadesa memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang lebih besar lagi.

Beberapa potensi pengembangan yang dapat dilakukan adalah menambah fasilitas seperti area camping, spot olahraga, dan pusat informasi, memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk menjual produk-produk mereka di area wisata.

Membangun kerjasama dengan pemerintah untuk mendapatkan dukungan dalam hal promosi dan pengembangan.

Kisah sukses Bamboe Wanadesa memberikan inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar mereka.

Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, masyarakat dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan.

Bamboe Wanadesa terletak di Jl.Giri Rejo I Km.15 RT.26 Karang Joang Balikpapan Utara. Tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang menarik dengan suasana tenang dan asri.

Dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang wisata seperti Parkiran yang luas, Musholla, Toilet, Listrik, juga terdapat fasilitas yang disewakan seperti Gazebo dari berbagai jenis ukuran, Pendopo, dan Panggung Pertunjukkan dan juga terdapat spot foto yang Instagramable.

Selain menawarkan keindahan Hutan Bambu yang rindang dan asri, di Bamboe Wanadesa juga terdapat wahana wisata air seperti naik perahu keliling Waduk Manggar, kegiatan Outing Class dan juga Camping.

Wisata Bamboe Wanadesa pertama kali dibuka untuk umum pada bulan Mei tahun 2021. Bamboe Wanadesa bermula dari keinginan warga sekitar yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk mengubah Hutan Bambu menjadi sebuah tempat wisata yang menarik.

Dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki, warga sekitar mulai menggarap Hutan Bambu yang ada di Kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar ini pada tahun 2020.

Dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19 warga mengisi momen tersebut dengan beraktifitas di Hutan Bambu.

Dengan dana swadaya kelompok warga mulai membangun berbagai macam fasilitas penunjang wisata, seperti akses jalan masuk, Gazebo, Musholla dan fasilitas toilet bisa dipergunakan oleh pengunjung

Hingga saat ini, Bamboe Wanadesa terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dan menjadi ciri khas Kota Balikpapan.

Popularitasnya meningkat setelah dikunjungi Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, beserta Menteri Kabinet dan Gubernur Kalimantan Timur pada tanggal 22 Februari 2023.

https://ikn.kompas.com/read/2025/03/22/124009687/bamboe-wanadesa-kisah-sukses-warga-di-beranda-ibu-kota-nusantara

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com