Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jadi Magnet Wisata, IKN Dikunjungi 59.676 Orang Saat Libur Paskah

Berdasarkan data Otorita IKN, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 59.676 orang dengan total 14.382 kendaraan yang memadati Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, menuturkan, pengunjung yang sebagian besar generasi muda dan keluarga baru, membutuhkan ruang publik yang menawarkan kombinasi antara edukasi ekologis dan rekreasi modern.

Oleh karena itu, Otorita IKN menerapkan strategi khusus dengan melibatkan pengunjung dalam rehabilitasi vegetasi di Miniatur Hutan Hujan Tropis.

Penanaman 500 bibit pohon khas Kalimantan seperti Meranti dan Balangeran, adalah upaya taktis untuk menyuntikkan rasa kepemilikan atau sense of ownership kepada masyarakat.

"Kami ingin membudayakan bahwa menanam merupakan identitas IKN untuk mengembalikan hutan hujan tropis. Komposisi tanaman sengaja kami atur, 70 persen spesies asli Kalimantan dan 30 persen Multi-Trees Purpose Species demi keberlanjutan ekologis," ujar Pungky, dikutip Kompas.com, Senin (6/4/2026).

Jembatan Kaca dan Anjungan Glamping

Selain ikut menanam pohon, pengunjung juga mendatangi spot-spot ikonik seperti jembatan kaca di anjungan glamping yang menjadi primadona.

Spot ikonik ini menajdi daya tarik visual yang menarik minat perhatian anak muda dan keluarga baru.

Ferdy, pengunjung asal Jakarta, menyebut pengalaman ini sebagai "wisata edukatif yang seru".

Sementara Qolbu, warga Balikpapan, mengakui kekagumannya pada fasilitas yang tersedia.

Sisi lain yang juga menarik perhatian adalah aktivitas di Nusantara Park yang dikelola Artha Graha Group.

Rangkaian kegiatan Paskah, mulai dari kuliner hingga lomba mewarnai telur, menunjukkan bahwa IKN adalah ruang bagi semua golongan.

Agnes, pengelola Nusantara Park, mencatat tren yang terus meningkat.

"Sejak Imlek, Lebaran, hingga Paskah, antusiasme masyarakat terus melonjak. Setiap akhir pekan kawasan ini semakin ramai," ungkapnya.

Hal ini mengonfirmasi bahwa IKN secara fungsional telah mulai beroperasi sebagai pusat aktivitas sosial sebelum ia resmi menjadi pusat pemerintahan sepenuhnya.

Tantangan

Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menekankan bahwa ketertiban pengunjung selama libur Paskah merupakan cerminan dari semangat kebersamaan dalam membangun kota masa depan.

Ribuan kunjungan ini memicu Otorita IKN untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pelayanan publik, manajemen lalu lintas, dan fasilitas kebersihan di IKN agar siap menghadapi tekanan massa yang lebih besar di masa depan.

https://ikn.kompas.com/read/2026/04/06/142348587/jadi-magnet-wisata-ikn-dikunjungi-59676-orang-saat-libur-paskah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com