NUSANTARA, KOMPAS.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono membagikan momen saat menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 bersama keluarga besar Otorita IKN.
Hal itu disampaikan Basuki melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @basukihadimuljono, Senin (20/7/2026).
Dalam unggahan tersebut, ia mengatakan pertandingan antara Spanyol dan Argentina berlangsung penuh drama hingga menit-menit akhir.
"Malam ini saya nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama keluarga besar Otorita Ibu Kota Nusantara. Laga Spanyol melawan Argentina penuh dengan drama, tensi tinggi sampai menit akhir, dan ruangan ikut riuh mengikuti setiap peluang," tulis Basuki.
Basuki menyebut Spanyol berhasil meraih kemenangan karena mampu menjaga tekanan hingga pertandingan berakhir. Menurut dia, permainan kedua tim berlangsung menarik, baik dari sisi serangan maupun pertahanan.
"La Furia Roja menang karena tidak mengendurkan tekanan sampai peluit panjang. Hingga babak tambahan pun, permainan berlangsung begitu apik baik dari sisi serangan maupun pertahanan mereka. Kemenangan yang sangat pantas," lanjutnya.
Dari pertandingan tersebut, Basuki kemudian menarik pelajaran yang dikaitkan dengan pembangunan Nusantara.
Ia mengatakan pembangunan IKN membutuhkan kesabaran, kerja sama tim, serta keyakinan bahwa peluang tetap ada selama proses belum selesai.
"Pelajaran yang sama berlaku untuk kita: membangun Nusantara butuh napas panjang, kerja tim, dan keyakinan bahwa selama pertandingan belum usai, peluang selalu ada," tulis Basuki.
Minta Tambahan Anggaran Rp 2,7 Triliun
Basuki mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 2,7 triliun kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mendukung kelanjutan pembangunan ibu kota negara baru itu.
Usulan tambahan anggaran tersebut diajukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Batch 3 dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears) 2026-2028.
"Untuk mewujudkan pembangunan batch 3 dan kebutuhan pengolahan aset terbangun serta pembelian tanah, kami telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk kebutuhan tambahan anggaran pada tanggal 18 Juni 2026 yang akan digunakan untuk kebutuhan anggaran batch 3 dengan skema tahun jamak 2026-2028 sebesar Rp 2,7 triliun," kata Basuki dalam rapat bersama Komisi II DPR RI, dikutip Minggu (19/07/2026).
Kawasan Yudikatif dan Legislatif Rampung Tahun 2028
Pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif, mencakup kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), juga ditargetkan selesai pada 2028.
Untuk memantau pelaksanaan proyek, Otorita IKN secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi bersama investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, konsultan konstruksi, serta manajemen konstruksi induk.
Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. Sebanyak 9 paket telah selesai pada 2025, 15 paket masih dalam tahap konstruksi, dan 16 paket memasuki tahap persiapan lelang.
Paket yang sedang dikerjakan meliputi pembangunan gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga jaringan perpipaan air minum.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani 90 paket pekerjaan fisik. Sebanyak 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam tahap konstruksi, termasuk Jalan Tol IKN, Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung.
Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengelola 12 paket pembangunan, dengan 11 paket telah rampung dan 1 paket masih dalam tahap konstruksi berupa rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang direlokasi.
Dari skema investasi swasta, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sebanyak 9 proyek telah selesai dibangun, sedangkan 6 proyek memasuki tahap konstruksi, termasuk Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Adapun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh sektor hunian dan enam sektor jalan.
Dalam waktu dekat, skema KPBU akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk serta 8 menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.
https://ikn.kompas.com/read/2026/07/20/105036187/nonton-bareng-final-piala-dunia-basuki-bangun-ikn-butuh-napas-panjang