Penulis
BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Polda Kalimantan Timur resmi menutup Operasi Ketupat Mahakam 2024 yang berlangsung sejak 4 April hingga 16 April 2024.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Artanto mengumumkan, operasi tersebut telah berjalan dengan lancar dan aman selama perayaan dan libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, Rabu (17/4/2024).
Selama Operasi Ketupat Mahakam 2024, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan kerawanan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Kaltim.
Pada tahun ini, tercatat 16 kecelakaan dengan 3 korban jiwa, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya terjadi 21 kecelakaan dengan 6 korban jiwa. Dengan demikian, meski jumlah kecelakaan turun, namun fatalitas naik.
Baca juga: Evaluasi Pengamanan Mudik Lebaran, IKN dan Kaltim Aman Terkendali
Penurunan angka kecelakaan karena kerja keras para personel Dit Lantas Polda Kaltim yang memberikan sosialisasi dan pemetaan pada daerah rawan laka lantas.
"Selain itu, kepatuhan masyarakat dalam berkendara dan menaati rambu lalu lintas juga berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan," katanya.
Dalam hal penindakan pelanggaran lalu lintas, Polda Kaltim dan Polres jajaran memberlakukan tilang sebanyak 199 kali dan teguran humanis sebanyak 2.583 kali selama Operasi Ketupat Mahakam berlangsung.
Selain itu, data Kamtibmas di Kaltim menunjukkan kasus kejahatan konvensional sebanyak 97 kasus sedangkan kejahatan trans nasional sebanyak 16 kasus.
Mobilitas masyarakat
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2024, masyarakat yang melakukan mobilitas transportasi darat mengalami kenaikan sebanyak 1.517 (20 persen) penumpang yang berangkat dan 513 (5 persen) penumpang yang datang.
Penumpang melalui Bandara mengalami kenaikan, untuk keberangkatan di angka 28.886 (29 persen) dan kedatangan di angka 65.265 (120 persen).
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Mahakam 2024, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dan kejahatan Kamtibmas dapat terus menurun, terutama dalam perayaan Idul Fitri mendatang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.