Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Bilah selubung sayap garuda terakhir untuk Istana Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) tuntas dikirim pada Rabu (17/4/2024).
Pengiriman dari lokakarya PT Siluet Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park Bandung, ke ibu kota negara baru di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Dengan demikian tuntas sudah pengiriman bilah selubung yang telah dirintis sejak 2023 lalu.
Presiden Direktur PT Siluet Nyoman Nuarta Nyoman Nuarta mengatakan, pengiriman terakhir ini menjadi penanda selesainya sebuah proyek besar.
Baca juga: Luas Rusun ASN di IKN 98 Meter Persegi dan Pemandangannya Bagus
"Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia,” ujar Nyoman dikutip dari Antara.
Pengiriman terakhir ini ditandai dengan syukuran bersama PosIND, yang telah menjadi mitra PT Siluet Nyoman Nuarta dalam pengiriman bilah selubung sayap garuda untuk pembangunan Istana Presiden dan material pendukung lainnya ke IKN.
Nyoman menjelaskan, pengiriman bilah sayap garuda bukan pekerjaan ringan. Burung garuda raksasa dirancang dengan bentangan sayap sepanjang 177 meter dan tinggi 77 meter.
Kantor Presiden berdesain Burung Garuda di Itu Kota Nusantara (IKN). Bilah-bilah telah terpasang sebagian.Patung garuda IKN dibangun dengan 4.661 bilah selubung, dengan satu selubungnya memiliki berat 0,3 ton. Patung garuda IKN memiliki bobot total 1.398,3 ton.
Nyoman mengatakan saat ini bilah-bilang yang menyelubungi Istana Presiden tersebut sebagian besar telah terpasang, membentuk kepak sayap burung garuda yang siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Ini Tampilan Terbaru Rumah Tapak Jabatan Menteri di IKN
“Dengan selesainya pengiriman terakhir bilah sayap garuda ini, kami berharap proyek-proyek di IKN akan segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tuntas Nyoman.
Sebelumnya pada 2023, PosIND telah melakukan pengiriman pertama sebanyak 80 bilah sayap garuda dari lokakarya di Bandung menuju IKN Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur melalui jalur laut.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.