Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kodam Mulawarman: Lokasi IKN Bukan di Tengah Hutan Heterogen

Kompas.com, 28 Mei 2024, 08:49 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukanlah di tengah-tengah hutan heterogen, melainkan di kawasan hutan tanaman industri monokultur yakni eukaliptus.

Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman Kolonel Kav Kristiyanto menegaskan hal itu saat menemani Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI Evi Agus Subiyanto, menanam pohon bersama Taruna Latsitardanus XLIV di IKN, Senin (27/5/2024).

"Eukaliptus merupakan pohon yang baru bisa dipanen atau ditebang, serta dimanfaatkan kayunya setelah lima sampai enam tahun," ujarnya.

Baca juga: Canggih, CCTV di IKN Bisa Hitung Emisi Kendaraan

Kristiyanto menambahkan, kunjungan ke IKN ini juga sekaligus memperkenalkan para Taruna dan Taruni dalam kegiatan penanaman pohon mereka mengetahui dan melihat secara langsung di lapangan.

Tujuan kedua, lanjutnya, agar Taruna ini juga mempunyai tanggung jawab ke depan sebagai pemimpin bangsa untuk menjaga IKN agar tetap hijau.

Selain itu juga dapat melakukan reforestasi yakni penghijauan atau penanaman kembali, sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo.

"Reforestasi untuk mendapatkan tropical rain forest, sehingga ke depan tanaman ini yang tadinya satu jenis/monokultur bisa berubah menjadi heterogen atau beberapa jenis, yang semula sebagai hutan produksi bisa berubah menjadi hutan alami, sehingga tetap terjaga salah satu paru-paru dunia di Kalimantan Timur," papar Kristiyanto.

Baca juga: Dari IKN ke Balikpapan atau Palu Bisa Naik Taksi Terbang

Adapun tujuan ketiga adalah agar Taruna dapat berinteraksi dengan masyarakat di sekitar IKN yang terdiri atas berbagai instansi, tokoh masyarakat, dan beberapa elemen-elemen masyarakat lainnya.

"Ada 1.500 pohon yang ditanam. Di antaranya 300 batang bibit meranti, 300 bibit pohon kapur, 300 bibit pohon Jambu Agung, 300 bibit pohon balangeran 300, dan 300 bibit pohon rambai," imbuhnya.

Selain penanaman pohon, Evi Agus Subiyanto juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga masyarakat terdampak banjir di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu dan bantuan kepada orang tua asuh Taruna yang rumahnya ditempati selama pelaksanaan Latsitarda XLIV/2024.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau