Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bocoran Terbaru IKN, Air Minum Sudah Masuk Gedung Pemerintahan dan Hotel Nusantara

Kompas.com, 2 Agustus 2024, 17:14 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKATA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) Danis Hidayat Sumadilaga mengungkapkan, air minum sudah masuk ke dalam gedung-gedung pemerintah di IKN.

"Jadi, sudah masuk gedung, saya sudah punya daftarnya," ungkap Danis saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta, Jumat (2/8/2024).

Danis memerinci, mulai dari Istana Garuda (sebelumnya Kantor Presiden), Istana Negara, Gedung Sekretariat Presiden (Setpres), Gedung Sekretariat Negara (Setneg), gedung-gedung Kementerian Koordinator (Kemenko), hingga Hotel Nusantara.

Kini, pihaknya sedang menunggu kabar soal masuknya ai rminum ke Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) hingga Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, pihaknya memastikan bahwa pada intinya air minum sudah masuk ke IKN.

"Basic-nya (pada dasarnya) air sudah mulai masuk untuk sampai di IKN," tambahnya.

Baca juga: Basuki Sebut Kualitas Air di IKN Lebih Baik dari Air Minum Kemasan

Sebelumnya, imbuh Basuki, kualitas air di IKN lebih baik dibanding air minum kemasan.

"Jadi kualitas air sebagai hasil Instalasi Pengolahan Air (IPA) sudah standar bahkan Insya Allah lebih baik dari air minum kemasan," ujar Basuki.

Adapun Basuki sudah menjajal minum air IKN langsung dari kerannya saat meninjau proyek tersebut pada Senin (29/7/2024).

Basuki menjelaskan, panjang pipa air yang mengalir dari IPA ke reservoir adalah 16 kilometer.

Kemudian, dari reservoir mengalir ke persil-persil sepanjang 22 kilometer. Sehingga, kualitas air tetap harus diuji di setiap persil karena dikhawatirkan terjadi perubahan kualitas di dalam perjalanannya.

Kualitas air di IKN sudah diuji oleh Balai Teknik Air Minum Kementerian PUPR. Namun, Basuki juga akan meminta PT Sucofindo untuk melakukan pengetesan ulang.

"Nanti mungkin tanggal 10-11 (Agustus) nanti saya akan minta Sucofindo untuk melakukan pengecekan," tuturnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau