Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahun 2025, Penataan Koridor Sepaku WP II Barat IKN Dimulai

Kompas.com, 7 Agustus 2024, 06:15 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Penataan Koridor Sepaku di Wilayah Perencanaan (WP) II Barat Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dimulai pada 2025.

Saat ini tengah disusun perancangan penataan Koridor Sepaku, khususnya Pasar Sepaku, yang diharapkan tuntas pada Oktober 2024.

Koridor Sepaku mencakup Pasar Rebo/Pasar Sepaku, Desa Suka Raja dan Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Penataan Koridor Sepaku dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan perangkat desa terkait di Desa Suka Raja dan Desa Bukit Raya.

Baca juga: Kabar 12 Proyek IKN Garapan BUMN yang Resmi Dicabut dari Daftar Hitam

Untuk mengetahui sikap warga, Kedeputian Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (SBPM) dan Kedeputian Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN menggelar survei pada 22-28 Juli 2024 lalu.

Survei ini melibatkan 140 responden dan menghasilkan beberapa kesimpulan penting yang menjadi dasar penataan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil survei yang melibatkan pedagang, pelanggan, pengguna jalan di sepanjang Jalan Pasar Sepaku serta Perangkat Desa Suka Raja dan Bukit Raya, diketahui sebanyak 92 persen responden setuju untuk dilakukan perbaikan karena kondisi pasar yang belum ideal.

Kedmudian, 97 persen responden setuju untuk dilakukan penataan koridor Pasar Sepaku karena kondisi pasar yang mengganggu dan menimbulkan kemacetan.

Selanjutnya, sebanyak 97 persen dari responden pedagang Pasar Sepaku menginginkan pengelolaan pasar yang lebih baik.

Berikutnya 98 persen responden pedagang Pasar Sepaku menginginkan dibangun drainase dan infrastruktur lainnya.

Baca juga: Jelang HUT RI di IKN, Hotel-hotel Balikpapan Di-booking Para Tamu VVIP

Deputi SBPM Otorita IKN Alimuddin menjelaskan masyarakat berperan vital dalam menentukan penataan Koridor Sepaku.

“Pembangunan bersifat partisipatoris, artinya masyarakat diajak terlibat tidak hanya dalam perencanaan tetapi hingga pembangunannya, sehingga aspirasi masyarakat yang selama ini ada bisa tersalurkan secara jelas nantinya dalam eksekusi penataan Koridor di Sepaku,” kata Alimuddin.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Bidang Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Conrita Ermanto juga menekankan teknis partisipatoris yang dilakukan dalam pendataan survei di tingkat masyarakat.

“Dalam survei yang dilakukan, pendataan diambil dari warga dan pedagang pasar yang terdampak. Tim surveyor yang terlibat juga berasal dari masyarakat lokal dengan didampingi BPD masing-masing,” ujar Conrita.

Langkah-langkah selanjutnya akan melibatkan penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, Rencana Induk Terintegrasi, serta Basic Design Infrastruktur Dasar dengan pendekatan partisipatif.

Hal ini penting untuk memastikan semua kebutuhan dan aspirasi masyarakat terakomodasi dalam rencana penataan tersebut.

Baca juga: Konstruksi Kilat, Dua Proyek Rusun di IKN Sabet Rekor MURI

Tim Pendukung Bidang Perencanaan Infrastruktur Bangunan Gedung, Permukiman, dan Perumahan dari Satuan Tugas Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR, Petra Putra mengingatkan, pembangunan tidak hanya terjadi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), namun juga akan menyasar ke wilayah sekitar.

“Sehingga dari hasil survei yang telah keluar ini, kami akan segera melakukan perencanaan sehingga penataan di Koridor Sepaku bisa terealisasi secepat mungkin,” ucap Petra.

Kepala Desa Suka Raja Sugiyanto mengapresiasi langkah partisipatoris dari Otorita IKN untuk menghimpun dan mengakomodasi aspirasi warga dalam upaya penataan ini.

“Dari hasil survei yang dilakukan, mayoritas masyarakat menerima adanya penataan di Koridor Sepaku. Tentunya hal ini sangat diharapkan dan tentu semoga bisa terealisasi, sehingga masyarakat bisa menerima manfaatnya sebaik mungkin,” tutur Sugiyanto.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau