Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) merupakan satu-satunya investor lokal Kalimantan Timur yang membenamkan investasinya di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Perseroan akan mengembangkan Nusantara Superblock (NSB) dengan nilai investasi fantastis Rp 3 triliun.
NSB dirancang sebagai mixed use development, meliputi pusat perbelanjaan, hotel bintang 4, apartemen, pusat hiburan, gedung perkantoran, fasilitas olahraga, di atas lahan 7,5 hektar.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking NSB diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (20/12/2024).
Baca juga: Setiap Interior Ruangan Istana Kepresidenan di IKN Bercerita
Direktur Operasional BSBK Tjia Daniel Wirawan memastikan, perseroan akan membangun fasilitas olahraga terlebih dahulu, Nusantara Sports & Community Center.
Fasilitas ini terdiri dari lapangan futsal, lapangan badminton, area hiburan, mini retail, dan lain-lain.
Daniel meyakini fasilitas olahraga ini sangat dibutuhkan oleh para ASN sebagai penghuni pertama IKN.
"Setelah bekerja, para ASN ini tentu butuh hiburan, menyalurkan hobi, dan berinteraksi dengan olahraga dan lain-lain. Makanya kami akan bangun Nusantara Sports and Community Center terlebih dahulu," ujar Daniel menjawab Kompas.com, Kamis (29/8/2024).
Selain fasilitas olahraga, BSBK juga secara paralel akan membangun Nusantara Warehouse Park seluas 3,3 hektar.
Baca juga: Kapan Prabowo Berkantor di IKN?
Nusantara Warehouse Park dibangun untuk memenuhi kebutuhan pergudangan logistik dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar IKN.
Menurut Daniel, selama ini pergudangan-pergudangan logistik seperti ini berada di area-area yang jauh dari IKN.
Adapun terkait pusat perbelanjaan, BSBK baru akan membangunnya jika kondisi pasar dan ekosistem di IKN telah siap dan mendukung investasi.
Artinya, BSBK akan melihat potensi pasar terlebih dahulu. Hal ini mengacu pada tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan e-Walk dan Pentacity saat hari kerja (weekdays) sekitar 30.000-40.000 orang. Sementara saat akhir pekan (weekend) sekitar 70.000 orang.
"Nah, sementara di IKN populasinya belum mendukung, ASN yang relokasi masih sekitar 1.700-an orang. Jadi, itu belum feasible," tuntas Daniel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang