Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Senawara Borneo: Proyek IKN Bikin Luasan Mangrove Susut 1.800 Hektar

Kompas.com, 10 September 2024, 21:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kelompok Senawara Borneo dari Green Leadership Indonesia (GLI) merilis penelitian terkait dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap ekologi kawasan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.

Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan luas wilayah mangrove dari sekitar 16.800 hektar sebelum pembangunan IKN menjadi 15.000 hektar. 

Dengan demikian wilayah mangrove yang menyusut seluas 1.800 hektar.

Sekretaris Kelompok Senawara Borneo Dyah Ayu Pramesti menduga, menyusutnya luasan mangrove di Teluk Balikpapan ini disebabkan pembukaan lahan untuk mendukung pembangunan IKN, terutama untuk keperluan dermaga atau pelabuhan logistik.

Baca juga: Jokowi Ngantor di IKN, TNI-Polri Siagakan 1.763 Personel Keamanan

Salah satu lokasi yang terpengaruh adalah Kelurahan Jenebora di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang bersinggungan langsung dengan wilayah IKN.

“Alih fungsi (konversi) lahan itu yang menyebabkan banyak wilayah mangrove yang hilang. Karena pembangunan tidak mungkin meniadakan pembukaan lahan seperti untuk membangun pelabuhan di kawasan mangrove itu," ungkap Dyah, dikutip Kompas.com, Selasa (10/9/2024).

Dyah menyatakan, konversi lahan untuk pembangunan ini telah menyebabkan hilangnya sebagian wilayah mangrove.

Selain itu, Senawara Borneo juga mencatat biodiversitas atau keanekaragaman hayati yang mulai punah di kawasan Teluk Balikpapan.

Terdapat beberapa keanekaragaman hayati yang mulai jarang ditemui, termasuk spesies yang dilindungi seperti buaya muara, pesut, penyu, dugong, burung enggang, macan dahan, bekantan, dan orang utan.

"Padahal keanekaragaman hayati itu sampai saat ini masih dilindungi. Karena pembangunan IKN, sudah mulai jarang ditemui," cetus Dyah.

Baca juga: Istana Garuda di IKN Mulai Tampak Menghijau

Ketua Wilayah GROW Kaltim-Tara Maha Sakti Esa Jaya menambahkan, ada beberapa permasalahan di Teluk Balikpapan yang menjadi poin penelitian dan diskusi, seperti masalah keterancaman keanekaragaman hayati.

Kemudian konservasi tutupan mangrove, serta pentingnya peran pemuda dalam melestarikan lingkungan.

Pihaknya juga melakukan jajak pendapat mengenai dampak pembangunan IKN terhadap ekologi Teluk Balikpapan sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan.

"Penelitian kami menunjukkan pembangunan IKN telah mengancam keanekaragaman hayati dan kawasan mangrove di Teluk Balikpapan. Ini adalah isu konservasi yang harus segera ditangani oleh pihak terkait. Dalam hal ini adalah Otorita IKN," beber Maha.

Saat ini, GROW Kaltim-Tara dan Kelompok Senawara Borneo tengah menyusun policy brief atau dokumen ringkas yang menyajikan analisis dan rekomendasi mengenai dampak pembangunan terhadap Teluk Balikpapan.

Baca juga: Jokowi Ngantor di IKN, Bagaimana Kesiapan Infrastrukturnya?

"Dan policy brief itu akan kami serahkan saat melakukan audiensi dengan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) Myrna Asnawati Safitri pada tanggal 12 September nanti di Kantor Otorita IKN," katanya.

Mereka berharap rekomendasi ini dapat diimplementasikan untuk konservasi dan pemulihan lingkungan di Teluk Balikpapan, serta mengajak mahasiswa untuk ikut serta dalam mengawal kebijakan tersebut agar sesuai dengan tujuan dan ditindaklanjuti melalui sebuah kebijakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau