Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Demi Kenyamanan Warga Kota Penyangga IKN, 10 Halte BCT Dibangun

Kompas.com, 2 Oktober 2024, 12:27 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Guna memberikan kenyamanan dalam pelayanan transportasi umum di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Balikpapan menambah 10 halte Balikpapan City Trans (BCT).

Kepala Dishub Balikpapan Adward Skenda Putra mengatakan, penambahan halte tersebut direalisasikan tahun 2024 ini.

"Selain dibangun oleh Dishub, penambahan halte tersebut ada yang merupakan kontribusi dari Bank Himbara sebanyak 3 halte," ungkap Adward, Selasa (1/10/2024).

Baca juga: Balikpapan Fest 2024 Digelar, Bidik 20.000 Pengunjung dan Revenue Rp 4 Miliar

Ketiga halte tersebut dibangun di koridor A yang meliputi Jalan Yos Sudarso tepatnya di Pelabuhan Semayang Balikpapan Kota, hingga di kawasan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Balikpapan Selatan.

"Di sepanjang rute itu kan masih ada yang belum memiliki halte, jadi nanti diletakkan di sekitaran sana tepatnya di depan Bank Indonesia (BI), Klandasan dekat BRI, dan di seberang pusat perbelanjaan BSB," jelasnya.

Sementara itu, untuk landasan tempat berhenti bus yang dicat merah hanya sebatas edukasi kepada masyarakat bahwa lokasi itu bukan untuk parkir kendaraan selain bus BCT.

Tarif belum ditetapkan

Adapun terkait tarif BCT hingga saat ini masih digratiskan meskipun penumpang harus melakukan tapping uang elektronik terlebih dahulu.

Sementara, di sisi lain Kementerian Perhubungan menargetkan Otober 2024 ini BCT sudah bertarif.

"Namun, karen masih ada berbagai tahapan dan kajian serta supervisi dari mereka, prosesnya masih panjang," cetus Adward.

Baca juga: Kebutuhan Meningkat, Balikpapan Didorong Jadi Sentra Pangan bagi IKN

Adward memberikan bocoran terkait asumsi tarif yang sesuai dengan willingness to pay (WTP) dan ability to pay (ATP) yakni antara Rp 5.000 hingga Rp 6.000 sekali jalan untuk jarak dekat dan jauh.

"Tapi itu kembali lagi ke biaya operasionalnya karena selama ini kan kami masih menggunakan BBM non subsidi kalo nanti kita dapat BBM subsidi tarif bisa turun," ucap Adward.

Dia menambahkan, evaluasi terus dilakukan untuk penetapan tarif, juga terkait operasional bus BCT.

Sedangkan peran dan tugas Pemerintah Kota Balikpapan adalah membangun halte-halte agar makin lengkap melayani warga Balikpapan.

Selain itu, koridor juga ditambah guna memperluas jangkauan BCT hingga ke wilayah-wilayah yang sampai saat ini belum terlayani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau