Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Tertipu! Otorita Tegaskan Lowongan Kerja IKN di Medsos Hoaks

Kompas.com, 11 April 2026, 19:46 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita IKN secara resmi menegaskan tidak ada proses rekrutmen atau penerimaan pegawai dalam bentuk apa pun yang sedang berlangsung. 

Hal ini menyusul membanjirnya poster dan pesan berantai yang menjanjikan posisi mentereng di Otorita IKN dalam berbagai platform media sosial (medsos).

Para pelaku hoaks ini diketahui menggunakan modus yang cukup rapi. Mereka mencatut logo resmi, foto infrastruktur IKN, hingga foto pejabat Otorita IKN guna membangun kepercayaan semu.

Baca juga: Demi IKN Bebas Kumuh dan Bau, PSEL Regional Dibangun

Tujuannya beragam, mulai dari memungut biaya administrasi ilegal hingga mencuri data pribadi melalui tautan pendaftaran palsu (phishing).

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang sengaja memanipulasi informasi tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

"Kami mengimbau pihak-pihak yang melakukan manipulasi informasi, termasuk informasi palsu, hoaks, dan sejenisnya, baik menggunakan logo, lambang, foto bangunan IKN, maupun foto pejabat Otorita IKN untuk segera menghentikan dan menurunkan (take down) konten palsu tersebut," tegas, dikutip Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).

Ciri Utama Rekrutmen Aspal

Untuk melindungi diri dari jebakan batman ini, masyarakat perlu mengenali pola komunikasi resmi lembaga pemerintah.

Baca juga: WIKA Masih Lanjut Garap Proyek Kementerian PU di IKN

Otorita IKN menekankan beberapa poin krusial yang harus diperhatikan:

  • Rekrutmen resmi instansi pemerintah tidak pernah memungut biaya sepeser pun. Jika diminta membayar untuk "biaya seragam," "tes kesehatan," atau "uang jaminan," itu adalah penipuan.
  • Tautan pendaftaran yang sah hanya berasal dari domain resmi ikn.go.id. Waspadai tautan dari domain gratisan atau blog pribadi.
  • Otorita IKN tidak pernah menggunakan akun WhatsApp pribadi atau email non-korporat (seperti Gmail atau Yahoo) untuk urusan rekrutmen.
  • Informasi valid hanya disiarkan melalui kanal komunikasi resmi Otorita IKN, bukan melalui pesan siaran acak.

Langkah Mitigasi dan Pengaduan

Troy juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan atribut instansi merupakan tindakan serius yang menyesatkan publik.

Ia meminta masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi berlapis sebelum mengisi data sensitif di internet.

Baca juga: Intip Pasar Segar Sepaku IKN, Modern Bebas Kumuh dan Becek

"Masyarakat jangan mempercayai maupun menindaklanjuti informasi tersebut. Seluruh informasi yang beredar di luar kanal resmi merupakan hoaks dan berada di luar tanggung jawab Otorita IKN," tambah Troy.

Bagi warga yang menemukan informasi mencurigakan atau telanjur menjadi korban, Otorita IKN menyediakan kanal resmi untuk klarifikasi dan pengaduan.

Publik dapat melapor melalui platform lapor.go.id atau menghubungi nomor hotline resmi di +62 811-5999-767.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau