Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bocoran "Event" Besar di IKN Jelang Akhir Jabatan Jokowi, Ada Kompas CEO 100 Forum

Kompas.com, 5 Oktober 2024, 06:22 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggelar sejumlah acara atau event pada Bulan Oktober 2024 atau jelang masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, agenda pertama adalah peresmian sejumlah infrastruktur dasar yang telah dibangun dalam Batch I kurun 2022-2024.

Baca juga: IKN Ditutup Sementara 5-6 Oktober 2024, Ada Nusantara Fun Run

Infrastruktur dasar ini antara lain gedung-gedung pemerintahan dan ekosistem perkantoran, seperti gedung Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko).

Kantor Kemenko mencakup empat kompleks yakni Kemenko 1, 2, 3, dan 4. Berada di area Sumbu Kebangsaan, Gedung Kantor Kemenko dirancang 16 tower.

Basuki membocorkan, peresmian infrastruktur yang mendukung ekosistem perkantoran ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2024.

Selain itu juga, sehari sebelumnya yakni tanggal 8 Oktober 2024, ada acara besar yang melibatkan 100 Chief Executive Officer (CEO) yang digagas oleh Kompas Gramedia Group.

Pada hari yang sama juga akan diresmikan Pusat Pelatihan atau Training Center (TC) Timnas PSSI.

"Makanya saya mau cek besok (Sabtu, red), karena peresmiannya nanti tanggal 9. Tanggal 8 ada Kompas CEO 100 di sana, kemudian peresmian Training Center (TC) PSSI itu tanggal 8 sore. Paginya peresmian proyek-proyek yang ada," ungkap Basuki, Jumat (4/10/2024).

Basuki juga memberikan sinyal bahwa akan ada groundbreaking ke-9 proyek investasi publik dan swasta.

Baca juga: Basuki Tegaskan Pengelolaan Tol IKN Ditetapkan Lewat Lelang

"Groundbreaking sedang kita upayakan untuk ada juga, tapi saya belum tahu persis ada berapa proyek-nya, tapi Insya Allah," lanjutnya.

Sementara sektor yang diperkirakan akan melakukan groundbreaking masih sama dengan sebelumnya, yakni sektor properti seperti proyek mixed use atau perhotelan.

Di sisi lain, juga akan ada kegiatan TNI Fun Run di IKN pada 6 Oktober 2024. Karenanya, kunjungan umum ke IKN ditutup sementara.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN Troy Pantouw mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, Kamis (3/10/2024).

"Penutupan ini ditujukan untuk kenyamanan, keselamatan, dan ketertiban umum serta kelancaran pelaksanaan pembangunan," ujar Troy.

Menurut Troy, Nusantara TNI Fun Run diikuti 2.500 peserta yang akan mengambil tempat di area Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP).

"IKN akan kembali dibuka pada tanggal 7 Oktober dengan melakukan reservasi melalui aplikasi iKnow," imbuh Troy.

Shared Office

Untuk diketahui, Kantor Kemenko mengusung konsep shared office atau kantor berbagi yang menggabungkan kantor antar-kementerian guna menciptakan kebiasaan birokrasi baru dan jalur koordinasi yang lebih baik.

Baca juga: Tol Bawah Laut Pertama Indonesia di IKN Dirancang 1,82 Kilometer

Adapun empat kantor kemenko dirancang untuk dapat menampung delapan kementerian pada tahap awal pemindahan ASN ke IKN.

Rinciannya, masing-masing Kantor Kemenko memiliki 4 tower, dan setiap 1 tower dihuni oleh dua kementerian. Jadi, dalam satu kompleks kemenko terdapat delapan kementerian.

Kantor Kemenko 1 atau Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) digarap PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau WEGE dengan nilai kontrak Rp 745 miliar.

WEGE adalah anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak di bidang konstruksi bangunan.

Baca juga: Butuh Rp 11,3 Triliun, Wujudkan Mimpi Indonesia Punya Tol Bawah Laut

Berlanjut ke proyek kantor Kemenko 2 atau Kemenko Bidang Perekonomian digarap oleh PT Hutama Karya (Persero) yang menandatangani kontrak pembangunan gedung dan kawasan Kantor Kemenko 2 senilai Rp 766 miliar.

Sedangkan proyek Kemenko 3 atau Kemenko Bidang Politik, Hukum, dan HAM, serta Kemenko 4 atau Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Adapun nilai kontrak Kantor Kemenko 3 sebesar Rp 789 miliar, sementara Kantor Kemenko 4 senilai Rp 735 miliar.

Dengan demikian, total nilai konstruksi dari empat proyek kantor Kemenko di IKN ini mencapai angka Rp 3,035 triliun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau