Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ajak Para Dubes Main Bola, Basuki Jadi Penyerang hingga Kiper

Kompas.com, 14 Februari 2025, 12:19 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Tak hanya piawai di bidang fotografi dengan mengabadikan momen-momen menarik, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono juga jago bermain bola.

Hal ini dibuktikan saat Basuki mencoba lapangan utama atau main pitch di Pusat Pelatihan/Training Center (TC) PSSI IKN, bersama para duta besar negara sahabat peserta Nusantara International Partners Visit (NIPV) 20225, Jumat 914/2/2025).

Basuki tampak mengolah bola dengan cara juggling, dribbling, dan menendang sehingga lawan main Duta Besar Belanda Marc Gerritsen, dan Duta Besar Spanyol Aguilera Aranda, kewalahan.

Baca juga: Basuki Tawarkan Lahan Gratis buat Kedutaan Besar yang Buka di IKN Sebelum 2028

Kepiawaian Basuki tak hanya saat menjadi penyerang, melainkan juga penjaga gawang alias kiper. 

Dengan gayanya yang khas, Basuki yang mengenakan topi andalan bertuliskan MBH mencoba menghalau tendangan mematikan Marc Gerritsen.

Namun sayang, tendangan Marc terlampau kuat sehingga tak mampu dihalau Basuki.

"Wah ini hebat, penyerang Belanda memang hebat, hahaha," ujar Basuki seraya tertawa.

Adapun pembangunan tahap I TC PSSI di IKN sudah tuntas dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan Presiden FIFA Giantino Infantino.

Director of Infrastructure, Safety, and Security PSSI Adi Nugoro mengatakan, peresmian Tahap I masih menunggu informasi jadwal dari PSSI dan kesediaan waktu Presiden Ri dan Presiden FIFA.

"Yang pasti, sejak TC PSSI dibangun pada 2023, kini sudah tuntas. Lengkap dengan sejumlah fasilitas seperti lapangan dengan rumput asli dan sintetis, dormitori, hingga services area seperti retail, gym, kitchen, ruang makan, dan lain-lain," tutur Adi.

Pembangunan Tahap I TC PSSI IKN dilaksanakan dengan dana hibah dari FIFA senilai Rp 85 miliar. Sementara pembangunan Tahap II masih dalam tahap pembicaraan.

Pusat Pelatihan PSSI IKN menempati area seluas 34,5 hektar, dilengkapi 8 lapangan bola tempat latihan skuad Garuda dengan rumput alami zoysia matrella dan sintetis.

Kemudian asrama dengan kapasitas 138 orang, yang terdiri dari 56 kamar untuk pemain, 20 kamar untuk tim pelatih, dan 6 suite eksklusif untuk pelatih kepala.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau