Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Tak hanya piawai di bidang fotografi dengan mengabadikan momen-momen menarik, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono juga jago bermain bola.
Hal ini dibuktikan saat Basuki mencoba lapangan utama atau main pitch di Pusat Pelatihan/Training Center (TC) PSSI IKN, bersama para duta besar negara sahabat peserta Nusantara International Partners Visit (NIPV) 20225, Jumat 914/2/2025).
Basuki tampak mengolah bola dengan cara juggling, dribbling, dan menendang sehingga lawan main Duta Besar Belanda Marc Gerritsen, dan Duta Besar Spanyol Aguilera Aranda, kewalahan.
Baca juga: Basuki Tawarkan Lahan Gratis buat Kedutaan Besar yang Buka di IKN Sebelum 2028
Kepiawaian Basuki tak hanya saat menjadi penyerang, melainkan juga penjaga gawang alias kiper.
Dengan gayanya yang khas, Basuki yang mengenakan topi andalan bertuliskan MBH mencoba menghalau tendangan mematikan Marc Gerritsen.
Namun sayang, tendangan Marc terlampau kuat sehingga tak mampu dihalau Basuki.
"Wah ini hebat, penyerang Belanda memang hebat, hahaha," ujar Basuki seraya tertawa.
Adapun pembangunan tahap I TC PSSI di IKN sudah tuntas dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan Presiden FIFA Giantino Infantino.
Director of Infrastructure, Safety, and Security PSSI Adi Nugoro mengatakan, peresmian Tahap I masih menunggu informasi jadwal dari PSSI dan kesediaan waktu Presiden Ri dan Presiden FIFA.
"Yang pasti, sejak TC PSSI dibangun pada 2023, kini sudah tuntas. Lengkap dengan sejumlah fasilitas seperti lapangan dengan rumput asli dan sintetis, dormitori, hingga services area seperti retail, gym, kitchen, ruang makan, dan lain-lain," tutur Adi.
Pembangunan Tahap I TC PSSI IKN dilaksanakan dengan dana hibah dari FIFA senilai Rp 85 miliar. Sementara pembangunan Tahap II masih dalam tahap pembicaraan.
Pusat Pelatihan PSSI IKN menempati area seluas 34,5 hektar, dilengkapi 8 lapangan bola tempat latihan skuad Garuda dengan rumput alami zoysia matrella dan sintetis.
Kemudian asrama dengan kapasitas 138 orang, yang terdiri dari 56 kamar untuk pemain, 20 kamar untuk tim pelatih, dan 6 suite eksklusif untuk pelatih kepala.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.