Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Salah satu perusahaan pengembang yang ikut meramaikan investasi properti di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, adalah PT Intiland Development Tbk. (Intiland) melalui entitas PT Inti Kolaborasi Nusantara.
Mereka telah memulai tahapan pembangunan tiga proyek unggulan di IKN pada Senin, 12 Agustus 2024, yang ditandai dengan peresmian peletakan batu pertama oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo
Khusus untuk Grand Whiz Nusantara Intiland membenamkan investasi senilai Rp 3,8 triliun.
Langkah ini menjadi wujud dukungan nyata dan optimisme Perseroan terhadap visi dan program Pemerintah dalam membangun IKN sebagai pusatpemerintahan dan perekonomian baru yang berkelanjutan dan modern.
Baca juga: IKN Siap Jadi Destinasi Ekowisata Terpadu 2028, Ada Taman Safari, dan Glamping
Bagaimana kabar proyek tersebut kini?
Presiden Direktur PT Inti Kolaborasi Nusantara Theresia Rustandi, mengungkapkan, saat ini Grand Whiz Nusantara dalam proses perencanaan, baru masuk perizinan.
"Paralel kita menyelesaikan administrasi pertanahan. Minimal perlu waktu 1-2 tahun untuk persiapan sebelum konstruksi," ujar Theresia kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2025).
Menurutnya, pengembangan IKN sebagai suatu kota pasti membutuhkan waktu yang sangat panjang, dan tidak bisa dikerjakan dalam waktu singkat 1-2 tahun.
Komitmen dan arahan Presiden Prabowo Subianto pun sudah sangat jelas dengan target-target terukur.
Baca juga: Otorita Tawarkan Proyek KPBU Perumahan IKN di Jajak Pasar 24 Februari
Theresia mengatakan, yang terpenting adalah prioritas pengembangan bukan hanya secara fisik namun adalah jiwa kota termasuk penghuni, sehingga kebutuhan dan aktivitasnya harus dipenuhi.
"Berat di awal namun jika sudah bergerak maka secara natural akan berputar sendiri tanpa harus didorong-dorong lagi. Pastinya, kami selalu mendukung program yang sudah menjadi komitmen Pemerintah," tuntas Theresia.
Proyek pertama yang dikembangkan adalah kawasan mixed-use Grand Whiz Nusantara yang mengintegrasikan hotel, serviced apartment, area ritel, pusat olahraga, dan fasilitas makanan dan minuman.
Pengembangan kawasan mixed-use Grand Whiz Nusantara, menurut Theresia dibangun di lahan seluas 0,72 hektar yang terdiri dari 50 unit serviced apartment, 50 unit hotel, perkantoran, area ritel, gym dan kolam renang, serta fasilitas makanan dan minuman.
Kawasan ini akan mengalokasikan 47 persen dari luas area lahan untuk ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk area sosialisasi publik serta fasilitas-fasilitasnya yang dapat diakses dan digunakan oleh semua kalangan.
Proyek kedua adalah Nusantara Quarter, sebuah pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan hunian, perkantoran, dan area komersil dengan akses transportasi publik.
Baca juga: Upaya AHY Cairkan Anggaran IKN yang Diblokir Kementerian Keuangan
TOD Nusantara Quarter yang menempati lahan seluas 6,7 hektar, dirancang dengan mengedepankan aspek integrasi dan fungsionalitas antarbangunan.
Kawasan TOD ini dibangun dengan keunggulan konsep yang mengutamakan aspek transit interchange, walkable, area terbuka hijau, dan berkelanjutan.
Rencana awal pengembangan meliputi gedung perkantoran seluas 2,2 hektar, apartemen pada lahan seluas 3,3 hektar, low-rise development untuk ritel atau komersial di lahan sekitar 1,2 hektare, serta plaza atau area publik terbuka hijau yang menempati area sampai dengan 46 persen dari total luas area.
Pengembangan ketiga yakni kawasan perumahan dengan fasilitas lapangan golf bernama Royale Nusantara Golf Resort & Residence.
Ini merupakan sebuah kawasan hunian yang dilengkapi dengan fasilitas lapangan golf seluas kurang lebih 200 hektar. Seluas 70 persen d iantaranya diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau.
Menempati area lahan seluas 100 hektar, lapangan golf 18 holes ini dapat dikembangkan hingga 27 holes.
Sementara untuk kawasan hunian akan menempati area lahan seluas 100 hektar yang akan dapat menyediakan sekitar 800 hingga 1.000 unit rumah.
Pengembangan lapangan golf berskala internasional ini, dikatakan akan menjadi salah satu daya tarik bagi penggemar olahraga golf dari dalam dan luar negeri.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan turut menjadikan IKN sebagai kota kelas dunia yang bisa menjadi destinasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.