NUSANTARA, KOMPAS.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menjelaskan tanah gratis bagi negara-negara sahabat yang ingin membangun kantor Kedutaan Besar (Kedubes) sebelum tahun 2028.
“Hari-hari tanah gratis, bukan tanah gratis itu, tapi ada resiprokal,” ucap Basuki di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Jakarta, Selasa (21/2/2025).
Baca juga: Studi Banding ke Turkiye untuk Desain Gedung Legislatif-Yudikatif IKN Batal
Basuki kembali menegaskan, lahan gratis tersebut bukan diperuntukkan bagi investor, melainkan kedutaan.
Hal ini merupakan usulan Basuki kepada Presiden Prabowo Subianto yang aturannya berada dalam wewenang Kementerian Luar Negeri (Kemenku).
“Kalau resiprokal, kalau di sana dikasih, di sini bisa dikasih,” ungkap Basuki.
Dengan target IKN sebagai ibu kota politik pada tahun 2028, maka seharusnya kantor-kantor kedutaan asing juga sudah mulai dibangun di IKN.
Untuk mendukung hal tersebut, OIKN telah menyiapkan lahan seluas 62,9 hektar sebagai lokasi diplomatic compound.
Sebelumnya, Basuki mengatakan, pembangunan IKN dibagi menjadi lima tahap hingga tahun 2045.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.