Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kodam Mulawarman Siapkan 600 Personel Pasukan Reaksi Cepat Tanggulangi Bencana

Kompas.com, 14 April 2025, 16:49 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Kodam VI Mulawarman apel gelar Pasukan Batalion Komposit Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Tahun Anggaran 2025.

Apel gelar ini merupakan wujud kesiapsiagaan Kodam VI Mulawarman dalam menghadapi potensi bencana alam.

Sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, operasi bantuan penanggulangan bencana merupakan salah satu tugas pokok TNI dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Selain itu juga sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Darat melalui Surat Telegram Kasad Nomor 90 tanggal 11 Februari 2025 yang menegaskan pentingnya pembentukan Batalion Komposit PRCPB di setiap Kodam untuk merespons bencana dengan cepat dan efektif.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menekankan apel ini bertujuan meningkatkan kesiapan Satgas PRCPB beserta seluruh komponennya.

“Kita harus memastikan bahwa setiap unit dapat menanggapi bencana dengan cepat, tepat, dan efisien untuk meminimalisasi korban jiwa dan kerugian harta benda,” ujarnya, di Lapangan Yonzipur 17, Ananta Dharma, Balikpapan, Senin (14/4/2025).

Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dengan pemerintah daerah, kepolisian, BPBD, Basarnas, dan masyarakat untuk menciptakan sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan berkesinambungan.

Batalion Komposit PRCPB Kodam VI Mulawarman merupakan satuan gabungan yang dirancang khusus untuk tanggap darurat.

Satuan ini dipimpin oleh Batalyon Infanteri 17 Ananta Dharma dan diperkuat oleh Yonif 600 Modang yang memiliki kemampuan tempur dan mobilitas tinggi, Yonkav 13 Satya Lembuswana dengan keahlian dalam operasi khusus, Kompi Kavaleri 3 Macan Tutul Cakti yang mendukung mobilitas dan logistik, serta Unit Pendukung termasuk unit kesehatan, perbekalan, komunikasi, dan hukum.

Dengan total personel sekitar 600 orang, batalyon ini terdiri dari tiga kompi lapangan, satu kompi senapan, dan satu kompi pendukung.

Satuan ini dilengkapi peralatan canggih untuk menangani berbagai jenis bencana, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan, khususnya kebakaran lahan gambut yang sering terjadi di Kalimantan.

"Satgas PRCPB siap siaga selama enam bulan ke depan, dengan kemampuan operasional 24 jam untuk memastikan respons cepat saat bencana melanda," imbuh Rudy.

Strategi Antisipasi Tantangan Karhutla

Kalimantan sendiri dikenal sebagai wilayah yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau.

Lahan gambut yang mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi hal ini, Kodam VI Mulawarman telah menyiapkan strategi komprehensif, meliputi penyiapan peralatan khusus di mana Satgas PRCPB dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran, pompa air, dan teknologi pendukung untuk menangani karhutla, termasuk kebakaran gambut yang sulit dipadamkan.

Kemudian sistem deteksi dini melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, dan relawan masyarakat, Kodam VI Mulawarman menerapkan sistem pemantauan digital 24 jam untuk mendeteksi titik api sejak dini.

Koordinasi Lintas Sektor juga diterapkan di mana Satgas PRCPB bekerja sama dengan pemerintah provinsi, Basarnas, kepolisian, dan BPBD untuk menentukan skala bencana dan merumuskan langkah penanganan. Pelatihan bersama juga direncanakan untuk meningkatkan sinergi operasional.

Berikutnya adalah melibatkan relawan lokal dan masyarakat peduli api menjadi bagian integral dalam respons awal, memastikan informasi dari lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Apabila ada titik api sekecil apa pun, sistem kami akan mendeteksinya, dan satuan akan merespons sesuai eskalasi bencana,” jelas Rudy.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Hampir Rampung, Proyek Rusun ASN dan MBR di IKN Tembus 97,57 Persen
Hampir Rampung, Proyek Rusun ASN dan MBR di IKN Tembus 97,57 Persen
News
Diduga Sengaja Dibakar Demi Sawit, 1.600 Hektar Hutan dan Lahan IKN Hangus
Diduga Sengaja Dibakar Demi Sawit, 1.600 Hektar Hutan dan Lahan IKN Hangus
News
SMA Taruna Nusantara Kian Ekspansif, Kampus Anyar Sudah Berdiri di IKN
SMA Taruna Nusantara Kian Ekspansif, Kampus Anyar Sudah Berdiri di IKN
News
Kemenhut Guyur Ratusan Juta Rupiah Modal Usaha untuk Warga Pesisir IKN
Kemenhut Guyur Ratusan Juta Rupiah Modal Usaha untuk Warga Pesisir IKN
News
Usai Jual Mal di Medan, Agung Podomoro Alihkan Radar Ekspansi Dekat IKN
Usai Jual Mal di Medan, Agung Podomoro Alihkan Radar Ekspansi Dekat IKN
News
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi
News
Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
News
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp 54,6 Triliun di Kaltim dan IKN
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp 54,6 Triliun di Kaltim dan IKN
News
Kardinal Suharyo Cek Langsung Bakal Basilika Pertama Indonesia di IKN
Kardinal Suharyo Cek Langsung Bakal Basilika Pertama Indonesia di IKN
News
Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
News
Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
News
Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
News
Investasi Swasta dan KPBU Mulai Deras Mengalir ke IKN, Ini Rinciannya
Investasi Swasta dan KPBU Mulai Deras Mengalir ke IKN, Ini Rinciannya
News
Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
News
Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau