Penulis
Berdasarkan data Otorita IKN, hingga April 2025, pembangunan fasilitas pendidikan di IKN masih terbatas, dengan hanya beberapa sekolah dasar dan menengah dalam tahap perencanaan.
Kehadiran investor asing di sektor ini dapat mempercepat pembangunan kampus vokasional dan universitas, sekaligus menarik talenta global ke IKN.
Selain pendidikan, diaspora juga menerima banyak pertanyaan tentang investasi di sektor energi ramah lingkungan dan farmasi.
Baca juga: Kawasan Lindung IKN Tak Luput dari Tambang Liar, Pengawasan Diperketat
Sulistyawan menjelaskan, pembangunan kota baru seperti IKN membutuhkan sumber energi yang berkelanjutan, seperti tenaga surya atau angin, untuk mendukung visi smart forest city yang ramah lingkungan.
“Ada investor yang berminat di bidang energi karena IKN butuh sumber energi yang ramah lingkungan,” imbuhnya.
Sektor farmasi juga menarik perhatian, didorong oleh potensi IKN sebagai pusat inovasi kesehatan di kawasan Asia Tenggara.
Investor asing melihat peluang untuk mendirikan fasilitas penelitian, produksi obat, atau layanan kesehatan berstandar internasional.
Diaspora berperan sebagai perantara, menghubungkan investor dengan peluang ini melalui jaringan mereka di negara-negara maju.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut antusias peran diaspora dalam menarik investasi.
Dalam kesempatan yang sama, Basuki menegaskan bahwa IKN siap menyediakan fasilitas untuk mendukung dialog investasi selama kongres, termasuk ruang pertemuan di gedung Kementerian Koordinator dan akses ke data proyek melalui platform Investara.
“Kami mendukung penuh diaspora sebagai duta investasi. Minat di sektor pendidikan sangat strategis untuk menjadikan IKN sebagai superhub pengetahuan,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang