Presiden IDN Global Sulistyawan Wibisono mengungkapkan, banyak investor asing, menunjukkan minat besar untuk berinvestasi di IKN, dengan sektor pendidikan, khususnya pendidikan vokasional, menjadi fokus utama.
Selain itu, sektor energi ramah lingkungan dan farmasi juga menarik perhatian.
IDN Global, yang mewakili sekitar 8 juta diaspora Indonesia di seluruh dunia, telah lama berperan sebagai duta investasi dan promosi Indonesia di kancah global.
Dalam konferensi pers menjelang Kongres Diaspora Indonesia Ke-8 di IKN (1-3 Agustus 2025), Sulistyawan menyoroti peran diaspora sebagai penghubung antara investor asing dan peluang di IKN.
“Banyak teman kami, termasuk saya sendiri, mendapat pertanyaan dari investor asing melalui diaspora tentang bagaimana memulai langkah untuk berinvestasi di IKN,” ujar Sulistyawan menjawab Kompas.com, Rabu (23/4/2025).
Diaspora, dengan jaringan global mereka yang mencakup profesional, akademisi, dan pengusaha di negara seperti Australia, Belanda, dan Malaysia, menjadi saluran komunikasi yang efektif.
Mereka tidak hanya mempromosikan potensi IKN, tetapi juga memfasilitasi dialog dengan pemangku kebijakan di Indonesia.
Sulistyawan menekankan, diaspora sering diminta untuk memberikan panduan praktis, seperti ke mana investor harus melangkah dan prosedur apa yang perlu diikuti untuk menanamkan modal di IKN.
Sektor Pendidikan: Magnet Utama Investor
Dari berbagai sektor yang diminati, pendidikan menjadi yang paling menonjol, terutama pendidikan vokasional.
Minat ini didorong oleh visi IKN sebagai smart forest city yang membutuhkan tenaga kerja terampil untuk mendukung ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.
Pendidikan vokasional, yang berfokus pada keterampilan praktis seperti teknologi informasi, teknik, dan manajemen, dianggap krusial untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di IKN.
Investor asing, termasuk politisi Australia yang akan hadir di Kongres Diaspora Ke-8, tertarik untuk mendirikan sekolah atau universitas internasional yang menawarkan kurikulum berstandar global.
“Mereka ingin bertemu pemangku kebijakan untuk membahas peluang ini,” tambah Sulistyawan, menyinggung rencana dialog dengan Otorita IKN selama kongres.
Minat ini sejalan dengan kebutuhan IKN untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung superhub ekonomi.
Berdasarkan data Otorita IKN, hingga April 2025, pembangunan fasilitas pendidikan di IKN masih terbatas, dengan hanya beberapa sekolah dasar dan menengah dalam tahap perencanaan.
Kehadiran investor asing di sektor ini dapat mempercepat pembangunan kampus vokasional dan universitas, sekaligus menarik talenta global ke IKN.
Selain pendidikan, diaspora juga menerima banyak pertanyaan tentang investasi di sektor energi ramah lingkungan dan farmasi.
Sulistyawan menjelaskan, pembangunan kota baru seperti IKN membutuhkan sumber energi yang berkelanjutan, seperti tenaga surya atau angin, untuk mendukung visi smart forest city yang ramah lingkungan.
“Ada investor yang berminat di bidang energi karena IKN butuh sumber energi yang ramah lingkungan,” imbuhnya.
Sektor farmasi juga menarik perhatian, didorong oleh potensi IKN sebagai pusat inovasi kesehatan di kawasan Asia Tenggara.
Investor asing melihat peluang untuk mendirikan fasilitas penelitian, produksi obat, atau layanan kesehatan berstandar internasional.
Diaspora berperan sebagai perantara, menghubungkan investor dengan peluang ini melalui jaringan mereka di negara-negara maju.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut antusias peran diaspora dalam menarik investasi.
Dalam kesempatan yang sama, Basuki menegaskan bahwa IKN siap menyediakan fasilitas untuk mendukung dialog investasi selama kongres, termasuk ruang pertemuan di gedung Kementerian Koordinator dan akses ke data proyek melalui platform Investara.
“Kami mendukung penuh diaspora sebagai duta investasi. Minat di sektor pendidikan sangat strategis untuk menjadikan IKN sebagai superhub pengetahuan,” ujarnya.
https://ikn.kompas.com/read/2025/04/23/110000587/melalui-diaspora-banyak-investor-asing-minati-sektor-pendidikan-di-ikn