Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 24 April 2025, 16:46 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai pusat pemerintahan dan inovasi Indonesia.

Salah satu langkah strategis terbaru adalah rencana pembangunan SMA Taruna Nusantara di yang diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan bersama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN).

Dalam kunjungan ke IKN, delegasi yang dipimpin Kepala Pusat Konstruksi Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI M Leo Pola Ardiansa, meninjau langsung lokasi yang akan menjadi kampus SMA Taruna Nusantara.

Baca juga: Basuki: Bangun Fisik IKN Tak Rumit, Tantangannya Koordinasi Antar-instansi

“Kami sudah dibawa oleh tim Otorita IKN untuk melihat lokasi persil. Kami datang untuk memastikan, apabila lahan sudah siap, akan segera kami laporkan agar pembangunan bisa dimulai tahun ini,” ujar Leo, Kamis (24/4/2025).

Lahan yang dipilih terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, tepatnya di Sub Wilayah Perencanaan 1C, Zona Sarana Pelayanan Umum.

Total luas lahan mencapai 60,48 hektar, termasuk kawasan hijau, dengan luas bangunan inti sekitar 23,38 hektar.

Lokasi ini dipilih karena strategis dan mendukung visi IKN sebagai kota modern yang terintegrasi.

Target Operasional

Rencana pembangunan SMA Taruna Nusantara di IKN merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Sekretaris LPTTN Priscilia Mantiri, presiden memberikan instruksi pada akhir Januari 2025 agar LPTTN mempersiapkan tiga kampus baru, termasuk di IKN, untuk menerima siswa pada tahun ajaran baru.

“Membangun sekolah di IKN ini sesuai dengan arahan Pak Presiden Prabowo, bahwa pada tahun ajaran baru kami sudah harus menerima siswa di tiga lokasi baru, salah satunya Ibu Kota Nusantara,” ungkap Priscilia.

Baca juga: Pembentukan Pemerintahan Daerah Khusus IKN, Menuju Ibu Kota Politik 2028

Target ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan berkualitas di IKN, sekaligus memastikan ekosistem pendidikan yang mendukung visi ibu kota sebagai pusat pemerintahan dan inovasi.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut baik rencana ini. Ia menilai kehadiran SMA Taruna Nusantara akan memperkuat ekosistem IKN sebagai ibu kota negara yang modern dan berkelanjutan.

“Kalau mulai dibangun tahun ini, Insya Allah akan cepat selesai. Terima kasih atas keputusannya untuk memanfaatkan lahan yang ada sebagai sarana pendidikan, manfaatkan sebaik mungkin,” ujar Basuki.

Pembangunan yang dimulai pada 2025 diharapkan selesai tepat waktu, sehingga kampus ini dapat beroperasi sesuai target untuk menerima siswa pada tahun ajaran baru.

SMA Taruna Nusantara dikenal sebagai sekolah berasrama yang menghasilkan lulusan unggul dengan karakter disiplin, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi bagi negara.

Kehadirannya di IKN bukan sekadar penambahan fasilitas pendidikan, tetapi juga simbol komitmen untuk membangun generasi muda yang berkualitas di ibu kota baru.

Sekolah ini diharapkan menjadi pusat pengembangan talenta muda yang mendukung visi IKN sebagai kota cerdas, hijau, dan inklusif.

Selain itu, lokasi kampus di KIPP IKN menempatkannya di jantung pusat pemerintahan, memberikan akses strategis bagi siswa dan staf pengajar ke berbagai fasilitas utama.

Dengan luas lahan yang mencakup kawasan hijau, desain kampus juga diharapkan selaras dengan konsep IKN sebagai kota berkelanjutan yang ramah lingkungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau