Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antisipasi Kegawatdaruratan di IKN, Basarnas Kaltim Dirikan Unit Siaga

Kompas.com, 24 April 2025, 18:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan rencana strategis untuk mendirikan Unit Siaga atau Standby Unit Search and Rescure (SAR) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Rencana ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan IKN sebagai ibu kota baru Indonesia, sekaligus meningkatkan respons cepat terhadap potensi kegawatdaruratan di wilayah tersebut.

Kepala Basarnas Kaltim Dody Setiawan memaparkan, wilayah IKN dan Kaltim memiliki karakteristik kedaruratan yang didominasi oleh kondisi membahayakan manusia, khususnya di perairan.

Baca juga: SMA Taruna Nusantara Bakal Hadir di IKN

“Mayoritas jenis kegawatdaruratan di Kaltim adalah kondisi membahayakan manusia dan kecelakaan perairan, karena wilayahnya banyak sungai,” ujar Dody menjawab Kompas.com, Kamis (24/4/2025).

Sungai Mahakam, misalnya, memiliki arus bawah yang kuat, yang sering kali menyulitkan penyelamatan.

Kecelakaan seperti tercebur sungai, tabrakan kapal tongkang, atau awak kapal yang jatuh ke air kerap terjadi, dengan tingkat keselamatan yang rendah.

“Kalau sudah terjatuh dan tidak bisa berenang, golden time-nya hanya sekitar 6 jam. Kalau dimakan buaya, kemungkinan selamat sangat kecil,” tambah Dody.

Sementara di IKN, potensi bencana yang diantisipasi meliputi banjir, tanah longsor, dan risiko terkait konstruksi bangunan.

Meskipun risiko gempa bumi di wilayah ini kecil, banjir dan longsor menjadi perhatian utama, terutama di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU.

Baca juga: Basuki: Bangun Fisik IKN Tak Rumit, Tantangannya Koordinasi Antar-instansi

Selain itu, dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan perekonomian seiring pembangunan IKN, potensi kecelakaan darat, seperti di jalan tol yang sedang dikembangkan, juga diperkirakan akan bertambah.

“Dengan adanya stand-by unit di IKN, ini respons bisa lebih cepat. Dari Balikpapan ke IKN butuh waktu sekitar 2 jam, tapi kalau lewat air hanya 30 menit,” ungkap Dody.

Lokasi yang diincar adalah lahan dekat sungai, sehingga alat utama (alut) air, seperti rigid buoyancy boat (RBB), dapat ditempatkan langsung di IKN.

Koordinasi awal dengan Pemerintah Kabupaten PPU telah dilakukan, dan mendukung rencana ini dengan menjanjikan alokasi lahan.

Baca juga: Pembentukan Pemerintahan Daerah Khusus IKN, Menuju Ibu Kota Politik 2028

“Pemerintah setempat mendukung, dan kami berharap lahan yang diberikan dekat sungai untuk memudahkan operasi,” ujar Dody.

Unit Siaga ini akan diawaki oleh minimal satu tim berjumlah 10 rescuer, didukung oleh petugas non-rescuer untuk administrasi, dokumentasi, dan logistik.

Tantangan

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Basarnas Kaltim adalah keterbatasan jumlah personel. Saat ini, Basarnas Kaltim hanya memiliki 73 personel, dengan sekitar 35 rescuer di lapangan.

“Idealnya, dengan adanya IKN, kami membutuhkan sekitar 50 rescuer,” ujar Dody.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, Basarnas menggiatkan sinergi dengan potensi SAR, seperti BPBD, TNI, Polri, dan relawan masyarakat.

“Kami bekerja sama dan berkoordinasi dengan potensi SAR untuk menjangkau wilayah yang belum bisa kami jangkau,” jelasnya.

Kecepatan informasi juga menjadi hambatan. Dody menyoroti, sering kali laporan kegawatdaruratan diterima terlambat, yang memengaruhi efektivitas operasi.

Baca juga: Boy Thohir Bangun Taman Safari IKN, Desain Dikonsultasikan ke Presiden

“Kalau kami menerima informasi lebih cepat, kami bisa membuat rencana operasi, seperti menentukan search area untuk kejadian di air, yang membutuhkan waktu,” katanya.

Untuk itu, Basarnas berupaya meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan potensi SAR serta masyarakat agar informasi dapat diterima lebih cepat.

Selain itu, mereka juga mendapat tambahan alut untuk mendukung operasi, termasuk RBB yang ditempatkan di Pos Dermada Somber dan dua unit rescue car.

Penambahan ini untuk mendukung IKN sebagai pintu gerbang ibu kota baru, di mana aktivitas masyarakat dan potensi kedaruratan akan meningkat.

Selain itu, Basarnas juga mendapat tambahan 30 personel baru melalui penerimaan ASN (PNS dan P3K) pada 2024, yang semuanya akan mengisi posisi rescuer.

Meski demikian, anggaran operasional tidak mengalami peningkatan signifikan. Hal ini karena ada efisiensi dan realokasi anggaran ke kebutuhan yang lebih upentinf.

"Tapi ini tidak memengaruhi kinerja kami. Kami tetap siaga 24 jam, karena kegawatdaruratan bisa terjadi kapan saja,” tegas Dody.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Diduga Sengaja Dibakar Demi Sawit, 1.600 Hektar Hutan dan Lahan IKN Hangus
Diduga Sengaja Dibakar Demi Sawit, 1.600 Hektar Hutan dan Lahan IKN Hangus
News
SMA Taruna Nusantara Kian Ekspansif, Kampus Anyar Sudah Berdiri di IKN
SMA Taruna Nusantara Kian Ekspansif, Kampus Anyar Sudah Berdiri di IKN
News
Kemenhut Guyur Ratusan Juta Rupiah Modal Usaha untuk Warga Pesisir IKN
Kemenhut Guyur Ratusan Juta Rupiah Modal Usaha untuk Warga Pesisir IKN
News
Usai Jual Mal di Medan, Agung Podomoro Alihkan Radar Ekspansi Dekat IKN
Usai Jual Mal di Medan, Agung Podomoro Alihkan Radar Ekspansi Dekat IKN
News
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 75,77 Triliun, Ini Dampaknya buat Ekonomi
News
Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
Proyek IKN Kian Masif, Setoran Pajak Kaltim Tembus Rp 12,69 Triliun
News
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp 54,6 Triliun di Kaltim dan IKN
Mahakam Investment Forum 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp 54,6 Triliun di Kaltim dan IKN
News
Kardinal Suharyo Cek Langsung Bakal Basilika Pertama Indonesia di IKN
Kardinal Suharyo Cek Langsung Bakal Basilika Pertama Indonesia di IKN
News
Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
Delineasi IKN Dihantam 309 Karhutla, Satu Perusahaan Disanksi dan Satu Orang Tersangka
News
Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
Tembus Rp 75,77 Triliun! Ini Daftar Investor Swasta yang Resmi Masuk IKN
News
Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
News
Investasi Swasta dan KPBU Mulai Deras Mengalir ke IKN, Ini Rinciannya
Investasi Swasta dan KPBU Mulai Deras Mengalir ke IKN, Ini Rinciannya
News
Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
News
Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
Lima Desa Penyangga IKN Masuk Rencana Penataan Ruang, Ini Arah Pengembangannya
News
Jadi Tuan Rumah Forum Ekonomi Borneo, IKN Buka Peluang Investasi
Jadi Tuan Rumah Forum Ekonomi Borneo, IKN Buka Peluang Investasi
News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau