Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masa Depan Perisai Udara Indonesia Latihan Navigasi di Lanud Dhomber

Kompas.com, 25 April 2025, 16:07 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Akademi Angkatan Udara (AAU) menggelar latihan Cakra Wana Paksa bagi 145 taruna di Lanud Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Latihan navigasi udara ini menjadi bagian dari pembekalan keterampilan dasar penerbangan dan operasional pangkalan udara, sekaligus memperkuat fondasi pertahanan udara untuk melindungi kedaulatan langit Indonesia, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Komandan Wing Taruna Akademi Angkatan Udara (Danwingtar AAU) Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono menuturkan, latihan Cakra Wana Paksa dirancang untuk memperkenalkan taruna AAU pada keterampilan navigasi udara, yang merupakan elemen krusial bagi calon penerbang dan navigator TNI AU.

Dalam latihan ini, taruna mempelajari penggunaan alat navigasi seperti VHF Omnidirectional Range (VOR), Distance Measuring Equipment (DME), dan Automatic Direction Finder (ADF).

Baca juga: Dukung Pertahanan Udara Cerdas IKN, Lanud Dhomber Bangun Rudal Jarak Menengah

“Navigasi udara adalah dasar bagi taruna yang kelak mengawaki pesawat TNI AU. Mereka harus memahami cara bernavigasi untuk menjalankan tugas penerbangan dengan presisi,” ujar Yoyon menjawab Kompas.com, Jumat (25/4/2025).

Selain aspek teknis, latihan ini juga menanamkan mentalitas operasional dan pemahaman tentang kerja sama antarunit di pangkalan udara.

Di Lanud Dhomber, taruna diperkenalkan pada peran berbagai dinas, seperti Bimbingan dan Operasi (BISOP), Dinas Operasi, dan Dinas Logistik, yang mendukung misi TNI AU.

“Kami ingin taruna memahami bahwa setiap satuan, termasuk Lanud Dhomber, adalah bagian dari sistem pertahanan udara yang terpadu,” tambah Yoyon.

Lanud Dhomber sendiri memiliki makna strategis karena kedekatannya dengan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Baca juga: Bandara VVIP Siap Operasional: Gerbang Udara Baru IKN

Sebagai pangkalan udara utama di Kalimantan Timur, Lanud Dhomber berperan penting dalam mendukung keamanan udara IKN, termasuk pengawasan wilayah dan operasi penerbangan terkait pembangunan ibu kota baru.

Kunjungan para taruna ke Lanud Dhomber bertujuan memperluas wawasan mereka tentang operasional pangkalan udara di wilayah strategis.

“Kunjungan ini penting untuk mengenalkan taruna pada peran Lanud Dhomber dalam mendukung IKN. Mereka adalah calon perwira yang akan memimpin TNI AU pada masa depan,” tegas Yoyon.

Latihan ini juga mempersiapkan taruna untuk ditempatkan di berbagai satuan TNI AU, termasuk pangkalan dan satuan radar, untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Taruna AAU: Fondasi Pertahanan Udara Modern

Latihan Cakra Wana Paksa melibatkan para taruna dari tiga program studi utama AAU: Teknik Aeronautika Pertahanan, Teknik Elektronika Pertahanan, dan Teknik Manajemen Industri Pertahanan.

Kurikulum AAU telah disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan udara modern, mengintegrasikan teknologi seperti radar, avionik, dan pesawat tempur terbaru.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau