Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat pertahanan udara sebagai prioritas utama dalam penerapan smart defense system di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal itu bukan tanpa alasan, karena ancaman udara merupakan tantangan tersulit dalam konteks pertahanan.
Selain itu, pertahanan udara juga menjadi isu besar terkait banyak konflik yang terjadi di dunia disebabkan karena adanya tekanan di wilayah udara.
Baca juga: Presiden Berkantor di IKN Juli 2024, Smart Defense System Diterapkan
Dari tiga konsep matra pertahanan, yaitu darat, laut, dan udara, yang paling sulit adalah menghadapi ancaman udara.
Karena memang sifat dari serangan ini adalah sangat cepat. Jika Indonesia bisa menghadapi serangan yang sangat cepat, maka dapat dipastikan bisa menghadapi serangan laut dan darat.
Komandan Lanud Dhomber Kolonel Penerbang Fata Patria menuturkan, pertahanan udara IKN dan sekitarnya akan menghadapi tantangan yang cukup besar ke depan ketika ibu kota baru itu sudah resmi beroperasi.
Memang dalam konteks IKN, Lanud Dhomber hanya sebagai satuan pelaksana, sementara yang menetapkan kebijakan adalah Mabes TNI AU.
Namun, karena lanud yang terdekat dengan IKN adalah Lanud Dhomber, secara operasional maupun taktisnya akan membantu kebijakan Mabes TNI AU dalam menyiapkan pertahanan udara di IKN.
Oleh karena itu, Lanud Dhomber akan menyiapkan infrastruktur, personil, dan sumber daya lainnya, untuk bersama-sama mendukung dan mengimplementasikan smart air defense system.
Baca juga: Total Defense System Pertahanan Negara Selaras dengan Tata Ruang IKN
"Peran kami sebagai Lanud pendukung, akan sangat penting mendukung IKN, dan kami berencana menempatkan beberapa pesawat untuk pertahanan udara di sana," ungkap Fata menjawab pertanyaan Kompas.com, di Mako Lanud Dhomber, Balikpapan, Senin (16/12/2024).
Kendati berfungsi hanya sebagai pendukung, namun Lanud Dhomber dipastikan akan menyiapkan segala sesuatunya sampai ada kebijakan lain yang mengharuskan secara langsung berada di garda depan pertahanan udara IKN.
Adapun smart air defense system IKN tertuang dalam sistem pertahanan negara (Sishanneg) melalui Keputusan Menteri Pertahanan Nomor 1746/M/XII/2023.
Dalam keputusan tersebut, rencana Sishanneg diarahkan dapat memadukan kekuatan militer dan nirmiliter yang smart, kuat, tangguh memiliki daya tangkal dan tindak tinggi. Hal ini agar mampu melindungi ibu kota negara dari berbagai macam ancaman.
Rencana ini juga menunjukkan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi untuk pertahanan nasional, menggabungkan elemen-elemen tradisional pertahanan dengan teknologi dan diplomasi modern.
Baca juga: Sistem Pertahanan dan Keamanan di IKN Gunakan Kecerdasan Buatan AI
Dengan demikian, dapat memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia dan memperkuat posisinya di tingkat internasional.