Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Gas Pol Tahap II: 9 Proyek Baru Triliunan Rupiah Dimulai

Kompas.com, 28 Juni 2025, 21:26 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menunjukkan taringnya.

Otorita IKN secara resmi menandatangani sembilan perjanjian kerja sama untuk pengerjaan proyek-proyek baru yang menjadi bagian integral dari Tahap II pembangunan IKN.

Ini adalah langkah ambisius yang akan mengubah wajah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, secara signifikan.

Baca juga: Kapan Jadwal Sensus Penduduk IKN Digelar? Simak Lengkapnya!

Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga menuturkan, IKN kini masuk tahap dua pembangunan dengan sembilan paket baru pekerjaan.

Sembilan paket pekerjaan baru yang diteken ini sangat beragam, menunjukkan pendekatan komprehensif Otorita IKN dalam membangun kota yang modern dan berkelanjutan.

Proyek-proyek tersebut mencakup tujuh proyek infrastruktur jalan yang akan menjadi tulang punggung konektivitas di IKN, memfasilitasi pergerakan orang dan barang.

Kemudian penataan kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau. Ini merupakan sebuah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, fungsional, dan edukatif bagi penghuni IKN.

Baca juga: Ribuan Warga IKN Bakal Disensus Juli Nanti, Bagaimana Persiapannya?

Selanjutnya penataan kawasan Sepaku yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat lokal.

Danis menjelaskan bahwa seluruh pembangunan akan terus berlanjut, termasuk pengembangan kawasan yudikatif, legislatif, penyelesaian jalur distribusi air minum, serta jaringan jalan lainnya.

Pembangunan Berbasis Komunitas

Salah satu yang menarik perhatian adalah penataan kawasan Sepaku. Proyek ini bukanlah pembangunan di lahan kosong, melainkan dilakukan di tengah kehidupan masyarakat yang sudah aktif secara sosial dan ekonomi.

Proses menuju kontrak proyek ini bahkan memakan waktu lebih dari satu tahun, menunjukkan kehati-hatian dalam melibatkan komunitas lokal.

Baca juga: Proyek Jumbo Baru IKN Dimulai, Pasar Sepaku dan Pusat Riset Wanagama

Ambil contoh Pasar Sepaku, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Model pasar yang akan dibangun dipilih melalui proses pengambilan keputusan (voting) masyarakat setempat.

Ini adalah contoh nyata pendekatan pembangunan bottom-up yang diusung Otorita IKN.

Selama konstruksi pasar di atas tanah desa ini, para pedagang akan direlokasi sementara dan akan kembali setelah masa konstruksi selesai.

Tak hanya itu, penataan kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau juga akan difokuskan pada pengembangan fungsional.

Baca juga: Tak Cuma EHang, Taksi Terbang IKN Buatan Hyundai Juga Sudah Uji Coba

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau