Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menunjukkan taringnya.
Otorita IKN secara resmi menandatangani sembilan perjanjian kerja sama untuk pengerjaan proyek-proyek baru yang menjadi bagian integral dari Tahap II pembangunan IKN.
Ini adalah langkah ambisius yang akan mengubah wajah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, secara signifikan.
Baca juga: Kapan Jadwal Sensus Penduduk IKN Digelar? Simak Lengkapnya!
Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga menuturkan, IKN kini masuk tahap dua pembangunan dengan sembilan paket baru pekerjaan.
Sembilan paket pekerjaan baru yang diteken ini sangat beragam, menunjukkan pendekatan komprehensif Otorita IKN dalam membangun kota yang modern dan berkelanjutan.
Proyek-proyek tersebut mencakup tujuh proyek infrastruktur jalan yang akan menjadi tulang punggung konektivitas di IKN, memfasilitasi pergerakan orang dan barang.
Kemudian penataan kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau. Ini merupakan sebuah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, fungsional, dan edukatif bagi penghuni IKN.
Baca juga: Ribuan Warga IKN Bakal Disensus Juli Nanti, Bagaimana Persiapannya?
Selanjutnya penataan kawasan Sepaku yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat lokal.
Danis menjelaskan bahwa seluruh pembangunan akan terus berlanjut, termasuk pengembangan kawasan yudikatif, legislatif, penyelesaian jalur distribusi air minum, serta jaringan jalan lainnya.
Salah satu yang menarik perhatian adalah penataan kawasan Sepaku. Proyek ini bukanlah pembangunan di lahan kosong, melainkan dilakukan di tengah kehidupan masyarakat yang sudah aktif secara sosial dan ekonomi.
Proses menuju kontrak proyek ini bahkan memakan waktu lebih dari satu tahun, menunjukkan kehati-hatian dalam melibatkan komunitas lokal.
Baca juga: Proyek Jumbo Baru IKN Dimulai, Pasar Sepaku dan Pusat Riset Wanagama
Ambil contoh Pasar Sepaku, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Model pasar yang akan dibangun dipilih melalui proses pengambilan keputusan (voting) masyarakat setempat.
Ini adalah contoh nyata pendekatan pembangunan bottom-up yang diusung Otorita IKN.
Selama konstruksi pasar di atas tanah desa ini, para pedagang akan direlokasi sementara dan akan kembali setelah masa konstruksi selesai.
Tak hanya itu, penataan kawasan olahraga dan ruang terbuka hijau juga akan difokuskan pada pengembangan fungsional.
Baca juga: Tak Cuma EHang, Taksi Terbang IKN Buatan Hyundai Juga Sudah Uji Coba