Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penduduk Tertua di IKN Berusia 108 Tahun, Saksi Hidup Perang Dunia I hingga Covid

Kompas.com, 17 Desember 2025, 19:00 WIB
Add on Google
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Penduduk tertua di Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah perempuan berusia 108 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam Acara Penyerahan Produk Kerja Sama Pendataan Penduduk IKN (PPIKN) 2025 di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

"Kami bertemu dengan penduduk IKN yang tertua, yaitu berusia 108 tahun," kata Amalia.

Baca juga: Tahukah Anda, Separuh Populasi IKN adalah Generasi Muda?

Amalia mengatakan, warga tersebut telah melewati banyak fenomena, mulai dari Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Kemerdekaan, Proklamasi Kemerdekaan, hingga Pandemi Covid-19.

Meskipun demikian, Amalia menegaskan bahwa populasi IKN didominasi oleh penduduk usia produktif 15-64 tahun. Hal itu menandakan adanya bonus demografi di IKN.

Sementara total populasi IKN adalah sebanyak 147.427 jiwa dari 43.293 rumah tangga.

"Berarti setiap 100 penduduk usia produktif di IKN menanggung sekitar 47 hingga 48 penduduk usia non-produktif," ungkap Amalia.

Baca juga: Tol IKN Dibuka Gratis saat Nataru, Otorita Siapkan Manajemen Lalu Lintas

Dari data tersebut, generasi Z mendominasi jumlah penduduk dengan persentase sebanyak 27,20 persen atau sekitar 40.100 jiwa, diikuti oleh generasi milenial sebanyak 23,53 persen atau sekitar 34.690 jiwa.

Kemudian generasi post gen Z 22,28 persen atau sekitar 32.847 jiwa, generasi X 19,29 persen atau sekitar 28.439 jiwa, baby boomer 7,14 persen atau sekitar 10.526 jiwa, dan pre-boomer 0,55 persen atau sekitar 811 jiwa.

Sementara untuk konsentrasi persebaran penduduk, jumlah tertinggi ada di Desa Samboja Kuala (Kecamatan Samboja), Desa Muara Jawa Ulu dan Muara Jawa Pesisir (Kecamatan Muara Jawa), serta Desa Telemow (Kecamatan Sepaku), dengan kepadatan penduduk lebih dari 400 jiwa per kilometer persegi.

Baca juga: Hasil Sensus Penduduk, IKN Telah Dihuni 147.427 Orang

"Wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas penduduk dan dengan demikian dapat menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar dan infrastruktur Ibu Kota Nusantara ke depan," ujar Amalia.

Adapun Sensus Penduduk IKN dilakukan dengan anggaran dari Otorita IKN sebesar Rp 7 miliar yang melibatkan 856 petugas BPS.

"Pak Kepala Otorita IKN menyepakati, kami diberikan anggaran oleh Otorita IKN untuk melaksanakan pendataan lengkap penduduk Ibu Kota Nusantara," kata Amalia.

Iming-iming IKN buat Generasi Muda

Pada kesempatan yang sama, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa IKN dibangun untuk generasi muda.

"IKN adalah kota bagi mereka (generasi muda), bukan buat saya, generasi saya, bukan buat generasi Pak Menteri PPN/Kepala Bappenas. Itu buat generasi muda ke depan, itulah IKN," kata Basuki.

Baca juga: IKN Didominasi Gen Z dan Milenial, Basuki Cari Investor Padel hingga Bioskop

Ia juga mengatakan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus siap ditempatkan di IKN. Apalagi, menurut Basuki, IKN sudah dilengkapi dengan fasilitas hunian untuk CPNS dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ada rumah susun (rusun), airnya tap water, langsung diminum, hot and cold. Ada tiga kamar, AC, dan ada ruang tamu, ada ruang makan, ada dapur, ada ruang cuci. Jadi dua kamar mandi, dengan luasan 98 meter persegi," ucap Basuki.

Basuki juga memaparkan bahwa pada bulan Januari 2026 akan dilakukan peletakkan batu pertama atau groundbreaking Kantor BPS di IKN.

"Jadi siap-siap nanti ada supervisor dengan beberapa staf yang ditempatkan di IKN. Jangan khawatir, kami semua sekarang ada di IKN. Saya sendiri bersama seluruh 1.100 aparat (ASN) Otorita berada di IKN," kata Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau