Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Dilanda Banjir, Otorita Normalisasi dan Revitalsiasi Sungai

Kompas.com, 9 Januari 2026, 17:18 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek ambisius Indonesia untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur, kembali menjadi sorotan akibat banjir yang melanda wilayahnya pada awal Januari 2026.

Banjir yang disebut terparah dalam 26 tahun terakhir, merendam Kelurahan Mentawir di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Meskipun banjir tidak langsung memengaruhi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dampaknya terhadap masyarakat sekitar dan infrastruktur penyangga menimbulkan pertanyaan tentang ketahanan lingkungan IKN terhadap bencana alam.

Baca juga: Ada 10 Titik Rawan Banjir di IKN, Bagaimana Otorita Mengatasinya?

Menurut Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, banjir yang terjadi pada 8 Januari 2026 disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan antropogenik.

"Banjir ini melanda wilayah IKN secara umum, bukan di KIPP, dengan penyebab utama curah hujan tinggi dan air pasang," ujar Alimuddin kepada Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Rabu, 7 Januari 2026, pukul 17.00 WITA hingga Kamis, 8 Januari 2026, pukul 06.00 WITA, menyebabkan debit air sungai meluap.

Sebelumnya ramalan cuaca BMKG menunjukkan potensi hujan lebat di Kalimantan Timur, meskipun pada 8 Januari 2026, suhu berada di 23-30 derajat Celsius tanpa prediksi hujan ekstrem.

Baca juga: Gandeng Monash University, IKN Dibuat Tahan Banjir Seperti Australia

Namun, hujan deras sejak 1 Januari 2026  mengguyur wilayah IKN, termasuk KIPP dan daerah penyangga, menjadi indikasi.

Tak hanya hujan, rob juga merendam jalan nasional seperti Margasari-Rantau, memperburuk kondisi di wilayah pesisir.

Di sisi lain, pembangunan IKN diduga mempercepat erosi dan penyempitan sungai akibat pemanfaatan lahan hulu.

Wilayah Sepaku termasuk kawasan rawan banjir, dengan banjir Mentawir merendam tiga RT dan menjadi yang terbesar dalam 26 tahun.

Baca juga: Banjir Penduduk karena IKN, Kursi DPRD PPU Bakal Bertambah Jadi 30

Perubahan iklim global memperburuk curah hujan, sementara pembangunan cepat di IKN tanpa mitigasi lengkap meningkatkan vulnerabilitas.

Upaya Otorita IKN Atasi Banjir

Lantas, apa upaya Otorita dalam mengatasi banjir ini? Alimuddin memerinci, Otorita IKN telah melakukan respons cepat.

"Kami punya proyek pengendali banjir, termasuk penyelesaian infrastruktur seperti bendungan dan drainase untuk mengendalikan debit air," ungkap Alimuddin.

Selain itu, juga dilakukan normalisasi dan revitalisasi sungai dengan membersihkan dan memperlebar sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran, dan mengurangi risiko luapan.

Baca juga: Hujan Lebat di Kaltim hingga 10 April, Potensi Banjir dan Longsor

Otorita IKN juga gencar mengedukasi masyarakat melalui kampanye pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, dan kesadaran tentang dampak aktivitas manusia terhadap banjir.

"Itu terus menerus kami upayakan," tuntas Alimuddin.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau