Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Kunjungan delegasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (20/4/2026) menjadi saksi bagaimana cetak biru transformasi Indonesia mulai mewujud.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, tidak menyembunyikan rasa terkejutnya saat meninjau langsung lahan pembangunan kompleks legislatif.
Baca juga: Ketua MPR: Tahun 2028, IKN Sepenuhnya Berfungsi Jadi Ibu Kota Negara
Didampingi jajaran Wakil Ketua MPR seperti Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Edy Soeparno, Hidayat Nur Wahid, serta Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung, Muzani melihat perbedaan kontras dibandingkan kunjungan terakhirnya pada akhir 2024.
IKN sendiri dimulai pembangunannya pada 2022 yang ditandai peletakan tanah dan air dari 38 provinsi seluruh Indonesia di Titik 0 Kilometer.
Jika dua tahun lalu banyak fasilitas negara masih berupa rencana di atas kertas, kini strukturnya telah berdiri tegak.
Masjid IKN, rumah jabatan menteri, dan infrastruktur penunjang lainnya menunjukkan kemajuan pembangunan signifikan.
"Kita dikagetkan oleh penjelasan Pak Basuki. Progres pembangunannya begitu cepat. Jika sudah mencapai tahap ini, IKN harus terus dilanjutkan tanpa ragu," tegas Muzani.
Baca juga: Pimpinan MPR Terpikat Desain Ikonik Bandara Internasional Nusantara IKN
Pernyataan ini menegaskan posisi MPR bahwa proyek strategis nasional ini telah melewati titik no return.
Muzani menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada aspek estetika yang mencerminkan arsitektur Nusantara.
Pemerintahan saat ini memastikan bahwa gedung-gedung pemerintahan tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi representasi visual dari kemajuan ketatanegaraan Indonesia.
Gedung Legislatif (MPR, DPR, DPD), saat ini desainnya telah disetujui Presiden Prabowo. Sementara gdung Yudikatif (MA, MK), lahannya siap bangun dengan target penyelesaian dua tahun.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut optimisme legislatif dengan target yang terukur.
Baca juga: Pimpinan MPR ke IKN, Apa yang Ditinjau?
Sosok yang akrab disapa Pak Bas ini memastikan bahwa pembangunan Gedung Sidang Paripurna MPR serta kantor staf legislatif akan rampung dalam dua tahun ke depan.
"Pembangunan gedung sidang paripurna dan kantor staf MPR, DPR, serta DPD saya selesaikan dalam waktu dua tahun ini. Lahan sudah siap sepenuhnya," ujar Basuki.
Selain infrastruktur, fokus Otorita IKN saat ini adalah manajemen sumber daya manusia.
Basuki berencana segera menghadap Presiden untuk mengonsultasikan skema pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diproyeksikan mulai berjalan tahun ini atau tahun depan.
Garis Waktu Strategis IKN (2026-2028)
Baca juga: Guru Besar ITB Bongkar Krisis IKN: Lahir Tanpa Fondasi yang Matang
Kehadiran MPR sebagai lembaga negara pertama yang mendarat di Bandara Internasional Nusantara IKN menjadi simbol validasi bahwa gerbang dan aksesibilitas ibu kota baru telah terbuka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang