Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com — Penataan infrastruktur jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak.
Salah satu poros penting yang sedang dikebut adalah proyek Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif.
Konstruksi jalur ini dirancang untuk menyatukan konektivitas antar-kawasan vital di lingkungan lembaga peradilan tertinggi negara.
Baca juga: IKN Tahap II dan Kilang Pertamina Selamatkan Bisnis Hotel Balikpapan
Hingga Mei 2026, realisasi fisik proyek yang digarap oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ini mencatatkan angka 19,35 persen.
Capaian tersebut sedikit lebih tinggi dari target rencana yang dipatok pada angka 18,29 persen, sehingga menghasilkan deviasi positif sebesar 1,06 persen.
Berdasarkan kontrak kerja, seluruh tahapan pembangunan jalur yudikatif ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada 31 Desember 2027.
Hingga Mei 2026, realisasi fisik proyek yang digarap oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ini mencatatkan angka 19,35 persen.Konstruksi di lapangan saat ini berjalan serentak pada sejumlah segmen guna mengejar target linimasa.
Pekerjaan tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi juga menyangkut infrastruktur bawah tanah dan sistem drainase kawasan.
Tim lapangan sedang melaksanakan pemasangan geotekstil, pemadatan timbunan tanah, perkerasan jalan beton (rigid pavement), serta pembangunan struktur saluran air baku.
Dua pekerjaan struktur utama yang menjadi prioritas adalah pembangunan jembatan dan perakitan box culvert.
Baca juga: Lonjakan Harga Bikin Penjualan Rumah di Balikpapan Anjlok 55,56 Persen
Selain itu, pengerjaan koridor pipa dan kabel bawah tanah terpadu atau Multi Utility Tunnel (MUT) juga terus berjalan.
Sistem MUT ini menjadi standar wajib di KIPP IKN untuk memastikan tidak ada kabel atau pipa yang melintang di permukaan tanah, sehingga estetika dan keamanan kota tetap terjaga.
"Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas kawasan pemerintahan di IKN," ujar Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, dalam keterangan resmi yang dikutip Kompas.com Senin (1/6/2026).
Ia menambahkan bahwa koordinasi intensif dan pengendalian mutu terus diperketat agar spesifikasi teknis tetap terjaga.
Dua pekerjaan struktur utama yang menjadi prioritas adalah pembangunan jembatan dan perakitan box culvert.
Kondisi topografi IKN yang menantang membuat sistem konstruksi konvensional dinilai kurang efisien.