Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 20 Mei 2026, 12:10 WIB
Add on Google
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai melakukan penataan Koridor Sepaku yang mencakup Desa Sukaraja dan Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Wilayah perencanaan kawasan tersebut memiliki luas sekitar 219,76 hektar pada skala meso.

Penataan kawasan itu merupakan bagian dari upaya mendukung terbentuknya ekosistem baru di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN melalui lingkungan yang lebih tertata, estetis, dan berkelanjutan.

Baca juga: Alarm Pangan di Tiga Penyangga IKN, Harga Sembako Mulai Merangkak Naik

Sebagai bagian dari tahapan program, OIKN menggelar rembuk warga terkait pembangunan drainase di Desa Sukaraja pada Selasa (19/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di GOR Desa Sukaraja itu menjadi forum untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam penataan kawasan penyangga IKN.

Selain area seluas 219,76 hektar pada skala meso, penataan juga mencakup area mikro di koridor Jalan Negara dengan luas sekitar 59,64 hektar.

Penerima manfaat program meliputi masyarakat di wilayah RT 001 hingga RT 011 Desa Bukit Raya serta RT 001, RT 006, dan RT 007 Desa Sukaraja.

Pembangunan Drainase

Pembangunan drainase menjadi salah satu bagian dari penataan Koridor Sepaku. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mengurangi genangan yang kerap terjadi saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Direktur Sarana Prasarana Sosial Otorita IKN Agus Ahyar mengatakan, pengembangan kawasan di sekitar KIPP akan mengedepankan model pemberdayaan masyarakat.

"Sebentar lagi kita akan mengembangkan penataan kawasan untuk Desa Sepaku dan Sukaraja. Kami ingin membangun desa sekitar KIPP ini dengan model pemberdayaan. Nantinya masyarakat yang akan melakukan pemeliharaannya," kata Agus, dikutip Rabu (20/05/2026).

Baca juga: Transformasi IKN, Mulai Jadi Ruang Aktivitas Publik

Agus menjelaskan, dana kegiatan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan langsung disalurkan kepada masyarakat tanpa pungutan.

"Program ini akan berkelanjutan dan dikoordinasikan oleh empat kelompok masyarakat," ujar Agus.

Ia menjelaskan, proses perencanaan pembangunan juga akan dilengkapi spesifikasi teknis dan survei lapangan menggunakan drone untuk memetakan aliran air agar pembangunan drainase dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Pembangunan drainase tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Juni 2026.

Warga Dilibatkan

Penataan kawasan Koridor Sepaku dirancang dengan pendekatan berbasis masyarakat. Keterlibatan warga disebut akan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan infrastruktur.

Baca juga: Komitmen Investasi Non-APBN di IKN Tembus Rp 72,39 Triliun

Kepala Desa Sukaraja Sugianto mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan program tersebut demi menciptakan lingkungan yang lebih baik.

"Di desa kami, saat hujan deras sering terjadi genangan karena saluran pembuangan yang bermasalah. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat bekerja dengan baik demi kepentingan bersama," kata Sugianto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau