Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 Mei 2026, 17:19 WIB
Add on Google
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menjadi lokasi pembangunan pusat pemerintahan baru, tetapi juga mulai berkembang sebagai ruang aktivitas publik.

Hal itu terlihat dari meningkatnya kunjungan masyarakat selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus pada 14-17 Mei 2026.

Dilansir dari keterangan resmi Otorita IKN, Selasa (19/05/2026), di kawasan sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), aktivitas masyarakat tampak berlangsung di sejumlah titik.

Baca juga: China, Singapura, Korea, Rusia, Malaysia hingga UEA Investasi di IKN

Selain melihat pembangunan IKN, pengunjung juga memanfaatkan berbagai fasilitas dan area kuliner yang mulai tersedia.

Di tengah ramainya pengunjung, aktivitas ekonomi juga terlihat melalui keberadaan sejumlah tenan dan pelaku UMKM yang melayani kebutuhan masyarakat.

Munculnya Aktivitas Baru di IKN

Salah satu titik yang ramai dikunjungi berada di depan Istana Negara IKN, yakni gerai Excelso Nusantara yang telah hadir sejak 2025.

Lokasi tersebut menjadi salah satu tempat yang didatangi pengunjung untuk beristirahat sambil menikmati suasana kawasan IKN.

Baca juga: Komitmen Investasi Non-APBN di IKN Tembus Rp 72,39 Triliun

Barista Excelso Nusantara, Fikri Alfiansyah, mengatakan kehadiran IKN dinilai membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha.

"Saya rasa potensi untuk buka usaha di IKN sangat besar, karena Otorita IKN juga memberikan UMKM kesempatan untuk berkembang dan bersaing," ujar Fikri.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, suasana serupa juga terlihat di kawasan Kantor Bersama IKN. Salah satu tenan yang ramai dikunjungi pengunjung yakni Roti O.

Ida, pengunjung asal Bontang, mengaku senang dengan bertambahnya pilihan makanan dan minuman di kawasan IKN.

Baca juga: Rusun MBR di IKN Luasnya 36 Meter Persegi dan Fully Furnished

"Kami biasanya kalau ketemu Roti O pasti mampir untuk beli roti dan kopinya. Senang sekarang sudah ada di Nusantara. Harapannya nanti semakin banyak makanan khas Kalimantan Timur juga hadir di IKN," ujarnya.

Pengunjung Manfaatkan Fasilitas Publik

Kepala Toko Roti O Nusantara, Harfi, mengatakan jumlah pengunjung terus meningkat sejak pembukaan gerai hingga momentum libur panjang. Menurut dia, masyarakat yang datang tidak hanya ingin melihat perkembangan pembangunan IKN, tetapi juga memanfaatkan fasilitas publik dan area kuliner yang tersedia.

Sementara itu, Risa, pengunjung asal Samarinda, menilai keberadaan berbagai tenan mempermudah pengunjung dalam memenuhi kebutuhan selama berada di kawasan IKN.

Baca juga: Otorita Bantah Isu Pembangunan IKN Mandek

"Semenjak banyak tenan di IKN, pengunjung jadi lebih mudah mencari makanan dan minuman. Tempat-tempatnya juga mulai nyaman dan fasilitasnya modern. Saya harap nantinya semakin banyak variasi makanan dan minuman Nusantara lainnya hadir di sini," kata Risa.

Meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan IKN menunjukkan fungsi kawasan tersebut mulai berkembang. Selain menjadi lokasi pembangunan ibu kota baru, sejumlah fasilitas dan aktivitas ekonomi mulai muncul seiring bertambahnya kunjungan masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau