NUSANTARA, KOMPAS.com - Amerika Serikat membuka peluang kerja sama dengan Indonesia dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya di bidang teknologi dan solusi kota cerdas atau smart city.
Counselor for Commercial Affairs, US Embassy Jakarta Andrew Billard mengatakan, Amerika Serikat memiliki perusahaan dan investor yang dapat berperan penting dalam mendukung pembangunan IKN.
Baca juga: Otorita IKN Minta Tambahan Anggaran Rp 15,8 Triliun untuk 2027
"Kami ingin membangun kemitraan jangka panjang, memperkuat daya saing Indonesia, serta mengembangkan talenta lokal," ujar Andrew dalam Nusantara Smart City Stakeholders Forum di Swissôtel Nusantara, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (02/09/2026).
Menurut Andrew, Pemerintah Amerika Serikat siap menghubungkan perusahaan-perusahaan Amerika dengan berbagai peluang dan mitra potensial untuk kerja sama di Indonesia.
Dalam kerja sama dengan United States Trade and Development Agency (USTDA), Otorita IKN menjajaki peluang kolaborasi dengan sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.
USTDA menghadirkan Honeywell, Cisco, IBM, dan Google yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan solusi smart city.
Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya membuka ruang diskusi mengenai peluang kolaborasi, tetapi juga memberikan pelatihan teknis kepada peserta.
Baca juga: Amerika Guyur IKN 2,49 Juta Dolar AS, Buat Apa Saja?
Materi pelatihan mencakup data science, strategic and AI-driven data governance for smart cities, serta smart building.
Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas teknis dan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kota cerdas.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, mengatakan, keberhasilan kota cerdas tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya teknologi yang digunakan.
Menurut dia, teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kota yang paling cerdas belum tentu kota yang memiliki teknologi paling banyak. Kota yang paling cerdas adalah kota yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakatnya," ujar Agung.
Baca juga: Siapa Dosen Amerika yang Menilai IKN Proyek Ambisius?
Agung mengatakan, pengembangan Nusantara sebagai kota cerdas perlu menempatkan masyarakat sebagai pusat transformasi digital.
Teknologi harus menjadi instrumen untuk menciptakan layanan publik yang lebih efektif, efisien, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain perusahaan teknologi AS, pengembangan konsep smart city IKN juga melibatkan sejumlah pemerintah daerah yang telah menerapkan konsep serupa, yakni DKI Jakarta, Kabupaten Sumedang, Kota Denpasar, dan Kota Surabaya.
Forum tersebut turut dihadiri perwakilan USTDA Indo-Pasific Region, Institut Teknologi Kalimantan, pelaksana hibah pilot project command center Meta Mind Global Corporation (MMGC), serta pelaksana hibah Nusantara Smart City Technical Assistance (NSCSTA) Frost & Sullivan dan konsorsium.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT