Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali membetot perhatian publik.
Bukan sekadar soal pemindahan fisik pusat pemerintahan, melainkan posisinya sebagai laboratorium global bagi pembangunan kota berkelanjutan.
Validasi terbaru datang dari institusi elite Amerika Serikat, University of Maryland (UMD).
Baca juga: Dosen Amerika Serikat Nilai IKN Proyek Ambisius yang Dibutuhkan Dunia
Meskipun bukan anggota Ivy League, UMD memiliki reputasi yang sangat tinggi dan sering mendapat julukan khusus, Public Ivy, karena kualitas riset dan akademiknya.
Kunjungan akademik dari School of Public Policy UMD pada Kamis (8/1/2026) bukan sekadar studi banding biasa.
Ini adalah momen krusial di mana kebijakan publik Indonesia diuji dan diapresiasi oleh akademisi dari jantung kebijakan dunia, Washington, D.C.
Di balik sorotan tersebut, muncul nama Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D. Ia bukanlah akademisi sembarangan.
Dalam diskusinya di Kantor Otorita IKN, Tom, sapaan akrabnya, memberikan pernyataan yang kuat.
"IKN merupakan proyek ambisius yang luar biasa. Ambisi ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Semoga IKN akan terus menjadi percontohan di dunia," ujar Tom.
Baca juga: Konglomerat Tommy Winata Resmi Buka Layanan Bank Artha Graha di IKN
Dikutip dari laman resmi School of Public Policy UMD, dia adalah guru besar riset sekaligus peneliti senior pada Center for Global Sustainability (CGS), Center for International & Security Studies at Maryland (CISSM), dan Center for Governance of Technology and Systems (GoTech).
Dia juga terafiliasi secara institusional dengan Center for Global Sustainability, Center for International & Security Studies at Maryland, dan Center for Governance of Technology and Systems.
Tom merupakan pimpinan bidang strategis lingkungan, energi, iklim, dan keberlanjutan, serta menjabat sebagai Co-Director program riset Indonesia pada Center for Global Sustainability (CGS).
Selain itu, dia juga merupakan Co-Director program peminatan keberlanjutan tingkat universitas, penasihat fakultas bagi Sustainability, Environment, and Energy Council (SEEC) yang dipimpin oleh mahasiswa, serta Peneliti Senior pada CISSM dan GoTech.
Baca juga: 5 Investor Masuk IKN, Ada Restoran hingga Fasilitas Olahraga
Tom mengampu mata kuliah pembangunan berkelanjutan, etika dan politik lingkungan, iklim, serta perjanjian lingkungan internasional.
Sejak tahun 2011, Tom memprakarsai dan memimpin kursus lapangan pascasarjana di Indonesia, meliputi wilayah Bali, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa.