NUSANTARA, KOMPAS.com- Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino mulai memukul kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya di Kalimantan Timur.
Guna menyelamatkan pasokan air baku dan mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas, Otorita IKN bersama Satuan Tugas Gabungan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara masif.
Hingga Senin (24/8/2026), armada pesawat Casa 212 A-2105 dari Lanud Dhomber Balikpapan telah merampungkan 5 sortie penerbangan.
Baca juga: BMKG Sebut Keberhasilan Modifikasi Cuaca di IKN 30 Persen
Total sebanyak 4 ton bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dengan dosis 800 kilogram per penerbangan, telah ditaburkan ke awan-awan potensial di atas langit IKN dan wilayah penyangganya.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengungkapkan, langkah darurat ini diambil untuk menambah volume air permukaan demi menjamin ketersediaan air minum dan kebutuhan konstruksi di IKN.
"Saat ini kita mengalami musim kering, dampak dari terjadinya El Nino. Dampak El Nino itu di antaranya kekeringan. Salah satu hal yang perlu kita antisipasi adalah ketersediaan air," tegas Danis dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).
Di tengah minimnya awan hujan akibat kemarau basah yang menghilang, upaya hujan buatan ini menghadapi tantangan teknis yang sangat berat.
Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan BMKG, Djoko Sumardiono, menyebut efektivitas OMC pada musim kemarau ekstrem secara historis terbilang rendah.
"Secara historis tingkat keberhasilan (OMC) ini di angka 30 persen karena ini musim kemarau yang langka awan," ungkap Djoko.
Kendati demikian, intervensi cuaca yang digelar sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026) tersebut mulai memicu presipitasi di beberapa titik.
Baca juga: Karhutla Tembus Delineasi IKN, Otorita Siapkan Pencegahan dan Penanganan Sistematis
Pos Curah Hujan Long Lebusan di Hulu WS Mahakam mencatat hujan berkekuatan 20 milimeter di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8/2026) dini hari.
Dampak langsung juga mulai terasa pada intake Sungai Sepaku yang menjadi pemasok utama air baku KIPP IKN.
Elevasi muka air intake yang sempat menyusut drastis berhasil merangkak naik setinggi 1 sentimeter, dari posisi awal +2,04 meter menjadi +2,05 meter pada Senin pagi.
Urgensi pelaksanaan rekayasa cuaca di IKN kian mendesak seiring melonjaknya kasus kebakaran lahan di wilayah Kalimantan Timur.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur mencatat rekor mengkhawatirkan sepanjang bulan Agustus 2026, sebanyak 273 titik kejadian karhutla, dengan total luas terdampak sekitar 752 hektar lahan yang hangus terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menegaskan bahwa penanganan di lapangan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pemadaman darat.
Baca juga: Bank Himbara Masuk IKN Maret 2027, Otorita Jor-joran Obral Bebas Pajak
Pemprov Kaltim bersama Kementerian Lingkungan Hidup mengintensifkan surat edaran dan penegakan hukum guna melarang masyarakat maupun korporasi melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Otorita IKN, BMKG, dan TNI AU memastikan bakal terus melanjutkan pemantauan dinamika atmosfer untuk menentukan jadwal sortie penerbangan lanjutan guna membentengi IKN dari krisis air dan kepungan asap.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.