NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat 55 titik kebakaran di kawasan Nusantara hingga 31 Agustus 2026.
Angka tersebut merupakan bagian dari 173 titik panas yang terdeteksi di 23 desa dan kelurahan.
Otorita IKN menyebut sebagian besar kebakaran di kawasan Nusantara terjadi akibat aktivitas manusia.
Penyebabnya antara lain pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok, serta swabakar batu bara.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Otorita IKN menggelar Workshop Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) pada Selasa (01/09/2026).
Workshop tersebut diarahkan sebagai langkah transisi dari metode tebang bakar yang masih dipraktikkan sebagian petani.
Baca juga: Bidik IKN, Amerika Gandeng Google, IBM, Cisco, dan Honeywell
Para peserta mempraktikkan teknik pengolahan tanah terkendali, pembuatan kompos, dan penerapan mulsa organik.
Otorita IKN menilai metode PLTB penting untuk mencegah risiko karhutla, menekan emisi karbon, sekaligus menjaga kesuburan biologis tanah.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Safitri mengatakan, pengelolaan lahan tanpa bakar perlu terus didorong di Nusantara.
"Saya menegaskan bahwa agenda ini bukan kegiatan seremonial. Agenda ini untuk membuka hati kita, membuka pikiran kita, dan meneguhkan keyakinan bahwa di IKN pengelolaan lahan tanpa bakar dapat kita laksanakan," ujar Myrna, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (04/09/2026).
Otorita IKN menyebut strategi pengendalian karhutla mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan.
Pada tahap pencegahan, Otorita IKN berpandangan bahwa aturan perlu disertai solusi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada pengolahan lahan.
Karena itu, pelatihan PLTB diposisikan sebagai penyediaan solusi, bukan semata-mata larangan.
Baca juga: Ketum REI Bantah Batalkan Pembangunan Kantor Perwakilan di IKN
Upaya tersebut melengkapi Surat Edaran Kepala Otorita IKN yang memuat larangan membuka lahan dengan cara membakar, larangan pembakaran sampah, serta larangan membuang puntung rokok sembarangan tanpa dimatikan secara sempurna.
Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dan petani lokal, Otorita IKN mendorong transformasi budidaya pertanian menuju praktik yang selaras dengan alam.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan Nusantara tumbuh sebagai kota hutan yang hijau dan lestari.
Otorita IKN mengajak petani dan masyarakat di dalam serta sekitar kawasan Nusantara memanfaatkan pendampingan yang tersedia dan meninggalkan praktik pembakaran lahan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.