NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Nusantara.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menambah pasokan air dengan memanfaatkan air dari Waduk Sepaku Semoi.
Otorita IKN memasang pipa untuk mendukung kebutuhan air di kawasan Nusantara.
Baca juga: Otorita Catat 55 Titik Kebakaran di IKN hingga Agustus 2026
Selain itu, Otorita IKN bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 22-25 Agustus 2026.
OMC dilakukan untuk membantu menjaga pasokan air sekaligus mengurangi risiko karhutla.
Upaya tersebut menghasilkan hujan di sejumlah titik yang kemudian ditampung di Waduk Sepaku Semoi.
Otorita IKN juga mengupayakan ketersediaan cadangan air tanah melalui pengeboran.
Saat ini, penyelidikan geolistrik dilakukan sebagai tahap awal untuk mengetahui kondisi bawah permukaan sebelum pengeboran.
Pengeboran air tanah direncanakan dilakukan pada minggu keempat September 2026.
Selain menyiapkan pasokan air, Otorita IKN memperkuat pengendalian karhutla melalui tiga tahapan, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan.
Baca juga: Bidik IKN, Amerika Gandeng Google, IBM, Cisco, dan Honeywell
Langkah tersebut telah disiapkan sebelum memasuki musim kemarau 2026 dan terus berjalan hingga saat ini.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak Pengendalian Karhutla.
Satuan tersebut melibatkan Otorita IKN, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, pemerintahan desa dan kelurahan, perusahaan, organisasi lingkungan hidup, serta relawan.
Relawan yang terlibat terdiri atas Masyarakat Peduli Api, Mitra Polhut, dan relawan pemadam kebakaran.
Untuk mempercepat respons di lapangan, wilayah pengendalian karhutla IKN dibagi menjadi tujuh klaster.