Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari OMC hingga Pengeboran Air: Jurus Otorita Selamatkan IKN dari Kekeringan

Kompas.com, 4 September 2026, 16:47 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Nusantara.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menambah pasokan air dengan memanfaatkan air dari Waduk Sepaku Semoi.

Otorita IKN memasang pipa untuk mendukung kebutuhan air di kawasan Nusantara.

Baca juga: Otorita Catat 55 Titik Kebakaran di IKN hingga Agustus 2026

Selain itu, Otorita IKN bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 22-25 Agustus 2026.

OMC dilakukan untuk membantu menjaga pasokan air sekaligus mengurangi risiko karhutla.

Upaya tersebut menghasilkan hujan di sejumlah titik yang kemudian ditampung di Waduk Sepaku Semoi.

Siapkan cadangan air tanah

Otorita IKN juga mengupayakan ketersediaan cadangan air tanah melalui pengeboran.

Saat ini, penyelidikan geolistrik dilakukan sebagai tahap awal untuk mengetahui kondisi bawah permukaan sebelum pengeboran.

Pengeboran air tanah direncanakan dilakukan pada minggu keempat September 2026.

Selain menyiapkan pasokan air, Otorita IKN memperkuat pengendalian karhutla melalui tiga tahapan, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan.

Baca juga: Bidik IKN, Amerika Gandeng Google, IBM, Cisco, dan Honeywell

Langkah tersebut telah disiapkan sebelum memasuki musim kemarau 2026 dan terus berjalan hingga saat ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak Pengendalian Karhutla.

Satuan tersebut melibatkan Otorita IKN, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, pemerintahan desa dan kelurahan, perusahaan, organisasi lingkungan hidup, serta relawan.

Relawan yang terlibat terdiri atas Masyarakat Peduli Api, Mitra Polhut, dan relawan pemadam kebakaran.

IKN dibagi menjadi tujuh klaster

Untuk mempercepat respons di lapangan, wilayah pengendalian karhutla IKN dibagi menjadi tujuh klaster.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau