Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) makin intensif dilakukan.
Hal ini menyusul Otorita IKN bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) secara resmi memulai operasi water bombing (penyiraman air dari udara) untuk memadamkan serta mencegah meluasnya titik api di kawasan IKN.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis A. Sumadilaga, menuturkan, dimulainya operasi udara tersebut pada Sabtu (5/9/2026) pagi.
Baca juga: Otorita Catat 55 Titik Kebakaran di IKN hingga Agustus 2026
Menurutnya, operasi water bombing perdana ini langsung menyasar titik-titik krusial yang telah dipetakan sebelumnya.
"Bismillah... water bombing dimulai," ujar Danis kepada Kompas.com, seraya menambahkan bahwa operasi ini merupakan penerjunan helikopter pemadam yang pertama kalinya.
Operasi udara ini menggunakan helikopter H225M Caracal milik Skuadron 8 Atang Sendjaja yang dipersiapkan secara matang untuk menjangkau medan-medan yang sulit diakses oleh Satgas darat.
Langkah darurat melalui udara ini ditempuh menyusul eskalasi kebakaran yang dikhawatirkan kian meluas.
Sebelumnya Otorita IKN telah berupaya melakukan pemadaman secara mandiri di darat, namun kondisi lapangan menuntut intervensi udara yang masif dan cepat.
Pada hari pertama pelaksanaan, operasi water bombing difokuskan pada sejumlah lokasi prioritas.
Baca juga: Dari OMC hingga Pengeboran Air: Jurus Otorita Selamatkan IKN dari Kekeringan
"Ada beberapa lokasi prioritas, pagi ini daerah Bukit Tengkorak, di area Bukit Suharto," jelas Danis.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, merinci bahwa pemetaan karhutla di IKN dibagi ke dalam lima titik prioritas utama guna membendung pergerakan api agar tidak merembet ke zona inti maupun infrastruktur vital.
Kelima wilayah prioritas tersebut meliputi:
Dalam mendukung kelancaran operasi water bombing, TNI AU bersama OIKN telah bergerak cepat melakukan survei guna mengidentifikasi kantong-kantong air terdekat sebagai lokasi refilling (pengisian ulang air) helikopter Caracal.
Beberapa sumber air strategis yang disiapkan di antaranya adalah perairan di dekat Bendungan Sepaku Semoi, kawasan Wonotirto yang berdekatan dengan Waduk Samboja, hingga pemanfaatan cekungan air atau void bekas area pertambangan yang berada di sekitar lokasi titik api.
Penanganan karhutla di IKN ini juga berjalan terintegrasi dengan status siaga darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejak 31 Agustus 2026.
Data luasan lahan terdampak kini tengah diverifikasi bersama Pemprov Kaltim agar koordinasi penanggulangan bencana berjalan dalam satu komando yang solid.
Dengan dikerahkannya kekuatan penuh dari udara dan darat, Otorita optimistis ancaman karhutla di kawasan IKN dapat segera dikendalikan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kelancaran pembangunan infrastruktur IKN.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.