Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com — Komitmen pelaku usaha swasta dalam membiayai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren peningkatan.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roy, mengungkapkan, hingga pertengahan Oktober 2026, total akumulasi nilai investasi swasta murni yang masuk ke ibu kota baru tersebut resmi menyentuh angka Rp 75,77 triliun.
"Capaian Rp 75,77 triliun tersebut berasal dari 73 pelaku usaha yang telah mengikat komitmen lewat penandatanganan 84 Perjanjian Kerja Sama (PKS)," ungkap Roy kepada Kompas.com, Senin (19/10/2026).
Penegasan komitmen investasi non-APBN ini kembali diperkuat melalui penandatanganan PKS terbaru antara Otorita IKN dengan sejumlah badan usaha dan investor swasta di Glamping IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (14/10/2026).
Baca juga: Investasi Rp 3,7 Triliun Guyur IKN, Dari Resto Arab hingga Galeri Mebel Jepara
Pada penandatanganan teranyar ini, Otorita IKN mengamankan suntikan investasi langsung swasta murni senilai Rp 1,11 triliun dari lima pelaku usaha.
Kelimanya bergerak di beragam sektor penunjang ekosistem perkotaan, mulai dari rantai pasok pangan, mebel, fasilitas olahraga, hingga area komersial dan perkantoran.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan, akselerasi pembangunan Nusantara tidak melulu bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pendekatan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta murni, hingga hibah terus dioptimalkan guna menggerakkan roda ekonomi kawasan.
"Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya. Pembangunan IKN juga memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat," kata Basuki.
Suntikan Rp 1,11 triliun dari lima investor swasta murni pada medio Oktober 2026 ini mengisi kebutuhan sarana penunjang harian di KIPP Nusantara.
Rinciannya, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park senilai Rp 1 triliun yang akan mengembangkan kawasan terpadu Grand Vista Nusantara di KIPP 1B setinggi 3,57 hektar yang mencakup area komersial, apartemen, dan perkantoran.
Director PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, Yang Jinghui, optimistis langkah ini memicu minat investor asal Tiongkok lainnya untuk masuk ke IKN.
Baca juga: Percepat Akses Menuju IKN, Tol Sepinggan Paket 1B Tembus 34,5 Persen
Kemudian, PT Berdikari (Persero) senilai Rp 177 Miliar yang mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Wilayah Perencanaan (WP) 3 di atas lahan 17,27 hektar.
Selanjutnya, fasilitas parent stock layer farm dan hatchery berkapasitas 140 ribu ekor ini disiapkan untuk menjamin ketahanan pangan warga IKN.
Berikutnya, PT FYP Karya Perdana senilai Rp 20 Miliar yang membangun Teras Padu sebagai sarana olahraga dan pusat komersial penunjang di KIPP 1A di atas lahan seluas 0,45 hektar.