Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Mangkrak? Hakim Agung Tinjau Langsung ke Lapangan

Kompas.com, 2 Oktober 2026, 16:33 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Sugeng Sutrisno menepis kabar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhenti atau mangkrak.

"Teman-teman di luar mungkin melihat IKN mangkrak. Tapi setelah sampai di sini, ternyata pembangunan sedang berjalan," kata Sugeng saat meninjau pembangunan kawasan yudikatif IKN, Rabu (30/9/2026).

Kunjungan Sugeng ke bakal ibu kota negara baru itu merupakan bagian dari agenda Pembinaan Daerah oleh Hakim Agung MA RI ke wilayah Kalimantan Timur pada 28-30 September 2026.

Baca juga: Tol IKN Bakal Beroperasi 2027, Hutama Karya Siap Pegang Pengelolaan

Sugeng mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan karena rombongan ingin melihat secara langsung perkembangan IKN yang selama ini banyak didengar dari Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas dan kawasan yang telah terbangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Sugeng mengatakan, perkembangan pembangunan yang dilihat langsung di IKN menunjukkan pencapaian yang sudah berjalan.

“Menurut saya, pencapaiannya sudah luar biasa. Kantor-kantor Kemenko saya sudah lihat. Kawasan yudikatif juga sudah mulai berjalan, 19 persen. Progresif menurut saya,” kata Sugeng.

Progres proyek kantor MA IKN

Otorita IKN mencatat, progres pembangunan kompleks perkantoran yudikatif di IKN saat ini mencapai rata-rata 19,29 persen.

Sementara itu, realisasi progres pekerjaan gedung MA IKN telah mencapai 19,098 persen.

Baca juga: Gunadarma Jadi Kampus Pertama di IKN, Cetak 48 Mahasiswa

Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan Otorita IKN Agung Dodit Muliawan menyambut baik kunjungan jajaran MA RI tersebut.

Menurut Agung, kehadiran para Hakim Agung menjadi dukungan dalam memperkuat ekosistem kelembagaan negara di Nusantara, khususnya pada kawasan yudikatif.

Dia mengaku sangat senang atas kunjungan para Hakim Agung beserta jajaran Mahkamah Agung RI di IKN.

"Sebagaimana pesan yang sering disampaikan oleh Bapak Kepala, seeing is believing, dari kunjungan ini Bapak/Ibu bisa mendapatkan gambaran secara riil bagaimana pembangunan Ibu Kota Nusantara itu terus berjalan, termasuk di kawasan yudikatif ini," ujar Agung.

Otorita IKN berharap kunjungan tersebut dapat memberikan gambaran langsung mengenai progres pembangunan sekaligus membuka ruang koordinasi lebih lanjut dalam penyiapan kawasan yudikatif di IKN.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau